Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
17 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
18 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
22 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
17 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Nasional

Berbicara di Hadapan Sivitas Akademika UIR Pekanbaru, Menko Airlangga Motivasi Mahasiswa Ciptakan UMKM Baru

Berbicara di Hadapan Sivitas Akademika UIR Pekanbaru, Menko Airlangga Motivasi Mahasiswa Ciptakan UMKM Baru
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Rabu, 01 Juni 2022 12:57 WIB
PEKANBARU — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tampil sebagai pembicara di hadapan sivitas akademika Universitas Islam Riau (UIR) Pekanbaru beberapa waktu lalu. Pada kesempatan itu, Airlangga menyemangati mahasiswa untuk memanfaatkan program integrasi Kartu Prakerja dan KUR agar muncul UMKM baru.

Menko Perekonomian juga menegaskan pentingnya pengembangan UMKM sebagai salah satu critical engine bagi perekonomian nasional.

Dikatakan, pemerintah memberikan banyak insentif agar UMKM bisa maju atau memunculkan UMKM baru.

Airlangga menyebut, kini pemerintah sudah mengintegrasikan Program Kartu Prakerja dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk menjadi kunci munculnya UMKM baru yang bisa berdaya saing.

Dalam pidatonya di hadapan sivitas akademika Universitas Islam Riau (UIR) Pekanbaru beberapa waktu lalu, Airlangga menyemangati mahasiswa untuk memanfaatkan program integrasi Kartu Prakerja dan KUR agar muncul UMKM baru.

Ia menuturkan, peserta diharapkan dapat mengakses permodalan dan siap beriwurausaha setelah menerima pembekalan Program Kartu Prakerja.

Terlebih, pemerintah telah menambah skema KUR Super Mikro (di bawah Rp 10 juta) untuk pekerja terkena PHK dan ibu rumah tangga, serta melakukan kebijakan KUR khusus bagi korporatisasi baik petani maupun nelayan.

“Dari segi anggaran, pemerintah telah melakukan front loading berbagai kebijakan insentif fiskal dan perlindungan sosial di awal tahun ini sebagai keberpihakan dan dukungan terhadap UMKM,” tutur Menko Airlangga dalam keterangan, Selasa (31/5/2022).

Ketua Umum Partai Golkar ini membocorkan strategi agar UMKM bisa cepat berkembang tidak mulai dari nol lagi. Yakni, dengan terus melakukan kajian-kajian dan perbaikan kebijakan UMKM yang telah ada di Indonesia. Hal inilah yang juga dilakukan pemerintah saat ini sehingga membuat UMKM menjadi critical engine ekonomi nasional.

Terbukti, UMKM saat ini berkontribusi terhadap PDB Indonesia mencapai 61 persen dengan kemampuan penyerapan tenaga kerja mencapai 97 persen dari total penyerapan tenaga kerja nasional.

"Diharapkan juga, kontribusi UMKM terhadap ekspor non migas yang saat ini baru mencapai 16 persen dapat ditingkatkan,” tutur Menko Airlangga.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini mengatakan, berbagai kebijakan UMKM guna memperkuat permodalan telah dilaksanakan mulai dari Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI) hingga 1999.

Misalnya, Kredit Bimbingan Masyarakat (BIMAS), Kredit Usaha Tani (KUT), Kredit Investasi Kecil (KIK), Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP) dan Kredit Candak Kulak.

Setelah tahun 1999, kebijakan pembiayaan UMKM dilanjutkan dan dikembangkan melalui Pembiayaan Ultra Mikro (Umi), Pembiayaan Mikro, dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Melalui skema subsidi bunga, suku bunga KUR dapat diturunkan hingga mencapai titik terendah yaitu 6 persen efektif per tahun.

Selanjutnya, pada masa pandemi Covid-19 pemerintah memberikan tambahan subsidi bunga 6 persen pada tahun 2020 sehingga suku bunga KUR 0 persen pada tahun 2020.

Setelah itu, pada 2021 dan 2022, pemerintah memberikan tambahan subsidi bunga lagi sebesar 3 persen sehingga suku bunga KUR hanya 3 persen. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Ekonomi, Nasional, Riau
wwwwww