Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
17 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
21 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
17 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
21 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
16 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Kriminal

PMK Merebak di Jawa Timur, DPR: Pemerintah Berani Nggak Tetapkan Ini Wabah Nasional?

PMK Merebak di Jawa Timur, DPR: Pemerintah Berani Nggak Tetapkan Ini Wabah Nasional?
Legislator Komisi bidang peternakan DPR RI Sudin saat diwawancara cegat di Gedung DPR RI, Kamis, 2 Juni 2022. (foto: tangkapan layar video ist.)
Kamis, 02 Juni 2022 18:01 WIB
JAKARTA - Pimpinan Komisi IV DPR RI Sudin merespons kondisi merebaknya PMK (penyakit kuku dan mulut) hewan ternak di Jawa Timur saat ini. Kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Sudin menyatakan bahwa menetapkan status wabah secara nasional bisa menjadi solusi atas penyakit yang telah menjangkiti hewan ternak di banyak provinsi ini.

"(Hewan ternak di, red) seluruh kabupaten (terinfeksi, red) saya tahu. Solusinya itu tadi, pemerintah menetapkan ini sebagai wabah nasional. (Dengan status, red) wabah nasional, (hewan ternak terinfeksi, red) dimatiin, (lalu, red) ganti rugi (petenak, red)," kata Sudin sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

Mengutip siaran Diskominfo Jatim, per 30 Mei 2022, ada 8 daerah yang bebas dari wabah PMK atau zona hijau, kemudian 5 daerah juga sudah menjadi zona kuning atau zona terduga PMK. Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi yang dipimpin Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyerukan kesiapsiagaan selayaknya penanganan Covid-19.

"Kami Pemprov Jatim mengundang bupati/walikota, Kapolres, Dandrem dan Dandim untuk bersama melakukan kesiapsiagaan terhadap PMK hewan ternak secara masif seperti penanganan Covid 19," ujar Gubernur Khofifah di kota Malang, Senin (30/5/2022) lalu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Nasional, Kriminal, DKI Jakarta, Jawa Timur
wwwwww