Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
17 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
21 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
17 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
21 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
16 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Diajak Gabung ke Koalisi Semut Merah PKB-PKS, Ini Jawaban Demokrat

Diajak Gabung ke Koalisi Semut Merah PKB-PKS, Ini Jawaban Demokrat
Silaturahmi DPP Demokrat dengan DPP PKS beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 11 Juni 2022 13:11 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menginisiasi poros ketiga untuk Pemilu 2024 dengan nama Poros Semut Merah. Mereka pun mengajak Demokrat dan NasDem untuk bergabung.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyebut, upaya membentuk koalisi harus didukung. Demokrat tak ingin ada pihak yang memaksakan hanya dua calon saja untuk bertarung di 2024.

"Setiap upaya untuk membangun koalisi, tentu harus didorong dan didukung. Untuk memastikan demokrasi di Indonesia berjalan dengan baik," kata Herzaky, Sabtu (11/6).

"Janganlah ada pihak-pihak yang memaksakan maksimal hanya dua calon yang bertarung, apalagi satu calon utama, dan satu calon boneka," ucapnya.

Demokrat ingin semua pihak diberikan ruang terbuka untuk 2024 nanti. Selain itu, harus dipastikan kompetisi dan kontestasinya berjalan dengan fair.

"Jangan ada upaya menggergaji demokrasi dan kedaulatan rakyat di Pemilu 2024," ujar Zaky.

Dia menambahkan, Demokrat saat ini masih terus menjalin silaturahmi dan komunikasi politik dengan semua pihak. Partainya terus menjajaki kesamaan visi dan kesamaan chemistry.

"Pendaftaran capres-cawapres sendiri masih di penghujung 2023. Masih banyak waktu buat kami untuk terus menjajaki berbagai kemungkinan. Masih sangat dinamis dan cair sampai dengan saat ini," pungkasnya.***

wwwwww