Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
17 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
12 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
16 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
12 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
16 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Metropolitan

DKI Jakarta Disentil soal Penanganan Sampah

DKI Jakarta Disentil soal Penanganan Sampah
Ilustrasi sampah. (gambar: ist./rabbitsma)
Sabtu, 11 Juni 2022 08:55 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI August Hamonangan dalam keterangnnya yang dibaca Sabtu (11/6/2022) meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk tak hanya seremonial dalam penanganan sampah Ibu Kota. Permintaan ini merspons acara Pekan Gerakan Jakarta Sadar Sampah (PGJSS) dalam rangka menyambut Jakarta Hajatan 2022.

"PGJSS ini bagus untuk meningkatkan kesadaran untuk mulai konsep pengelolaan sampah dari tingkat masyarakat, tapi sekali lagi yang paling penting adalah gerakan dan solusi berkelanjutan, jangan hanya acara seremonial ramai-ramai saja lalu menghilang. Jakarta saat ini masih darurat sampah," kata August sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

Baca Juga: PSI Akhirnya Akui Kesuksesan Anies Gelar Formula E

Baca Juga: Buka Pendaftaran Caleg DPRD DKI, PSI: Kami Tidak Melihat Isi Tas


August menilai konsep pengelolaan sampah mulai dari masyarakat adalah konsep yang dapat menjadi solusi jangka panjang, namun kenyataannya konsep ini belum optimal pelaksanaannya.

"Di lapangan, masih banyak RW yang belum menjalankan fungsi Bidang Pengelolaan Sampah (BPS). Ada RW yang sudah memiliki BPS tapi tidak aktif. Kalau implementasinya tidak didorong disiplin, masalah sampah kita gak akan beres," tambah August.

Baca Juga: Pemprov DKI Tunggu Pusat Soal PTM, PSI: Efek Jarang Ngobrol

Baca Juga: Penuh Kebencian ke Anies, Pengamat: PSI Belum Bisa Terima Kekalahan Ahok

August menyarankan Pemprov aktif melakukan pendampingan terhadap unit-unit RW untuk melakukan fungsi BPS dan mendorong lagi aktivasi Bank Sampah dan BSF Maggot untuk mereduksi sampah terutama sampah rumah tangga.

"Menurut data BPS tahun 2020, sekitar 7.800 ton sampah per hari yang diangkut ke Bantargebang, 37% nya sampah rumah tangga. Jakarta punya kemampuan fiskal untuk melakukan aktivasi pengelolaan sampah warga, sekarang yang paling penting adalah keseriusan dan konsistensi dari Pemprov DKI," tutup August.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww