Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
18 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
13 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
17 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
17 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
14 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
13 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Jokowi Lantik Menteri Baru, PKS Berharap Harga Migor Kian Murah

Jokowi Lantik Menteri Baru, PKS Berharap Harga Migor Kian Murah
Zulkifli Hasan usai dilantik Jokowi menjadi Menteri Perdagangan. (Foto; Istimewa)
Rabu, 15 Juni 2022 16:49 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Presiden Joko Widodo resmi melantik sejumlah menteri termasuk Zulkifli Hasan yang ditunjuk sebagai Menteri Perdagangan. Menanggapi kabar reshuffle kabinet yang akan dilakukan hari ini, Rabu (15/6/2022), Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, berharap menteri yang baru dapat menurunkan harga minyak goreng (migor).

Ia mengingatkan menteri baru bahwa tugas dan tanggungjawabnya terhadap masalah bangsa ini sangat besar. Sehingga dalam melaksanakan tugas tersebut harus benar-benar profesional dan tidak tebang pilih.

"Pemerintah ini masih utang janji ke masyarakat untuk menurunkan harga migor sesuai harga eceran tertinggi. Bahkan dua pekan lalu presiden secara jumawa berjanji dapat menurunkan harga migor. Nyatanya hingga hari ini harga migor masih di atas harga eceran tertinggi (HET)," kata Mulyanto kepada GoNews.co.

Mulyanto menegaskan Menteri baru nanti harus bisa membantu presiden memenuhi janjinya menurunkan harga migor. Jangan malah ikut-ikutan tebar janji tapi ujug-ujungnya malah mau menghapuskan migor curah.

Sebelumnya diberitakan pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, melempar wacana penghapusan minyak goreng (migor) curah.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Mulyanto menolak dan memberi warning kepada Pemerintah, agar tidak mengangkat isu yang kontroversial tersebut.

Menurutnya, isu ini kan wacana yang sudah lama dan Pemerintah sendiri yang membatalkannya. Memang dibanding migor kemasan, migor curah kurang higienis, lebih sulit handlingnya, serta terpengaruh langsung terhadap kenaikan harga CPO.

Namun demikian, masyarakat kecil serta UMKM masih sangat membutuhkannya. Migor curah untuk konsumsi masyarakat dan industri menempati porsi dominan, sebesar 3,7 juta ton pada tahun 2021 atau sekitar 74% dari kebutuhan migor nasional.

Pemerintah jangan seperti pepatah “buruk rupa cermin dipecahkan”. Karena tidak mampu mengendalikan pasokan dan harga migor curah, maka migor curah tersebut malah dihapuskan.

Ketimbang membuat bising, silahkan saja Pemerintah hapus migor curah tersebut kalau berani. Mulyanto memperkirakan, itu akan menuai penolakan yang luas dari masyarakat.

Masyarakat kecil masih membutuhkan migor yang terjangkau harganya, seperti migor curah ini. Karenanya ketimbang mengangkat wacana ini, maka sebaiknya pemerintah fokus mengendalikan ketersediaan dan harga minyak goreng, baik curah maupun kemasan. "Jangan melempar isu baru yang tidak penting dan mendesak yang bisa jadi malah akan menimbulkan masalah baru," kata Mulyanto.

Mulyanto menilai hari ini minyak goreng curah masih langka dan mahal di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Dia juga menyoroti berbagai janji pemerintah termasuk Presiden Joko Widodo untuk menurunkan harga dalam dua pekan tidak terbukti.***

wwwwww