Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
16 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
20 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
16 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
15 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Metropolitan

PKS Minta Mendag Zulhas Tidak Tutupi Mafia Migor

PKS Minta Mendag Zulhas Tidak Tutupi Mafia Migor
Mendag Zukfli Hasan saat sidak pasar tradisional. (Foto; Istimewa)
Selasa, 21 Juni 2022 22:12 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mengecam pernyataan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) yang menyebut tidak ada mafia di balik kemahalan dan kelangkaan minyak goreng (migor).

Menurut Mulyanto, Mendag harus lebih banyak mengamati lebih cermat tata kelola industri migor. Selain itu, lanjut Mulyanto, Mendag harus lebih sering diskusi dengan pakar di bidang ini. "Mendag yang baru, Zulhas, jangan menganggap remeh sengkarut migor yang sudah berjalan hampir delapan bulan ini,” kata Mulyanto, Selasa (21/6/2022).

Mulyanto mengingatkan, Mendag agar jangan jumawa, dengan menyatakan sudah mengetahui dengan pasti akar persoalan migor ini yakni, keterlambatan antispasi pemerintah atas pasokan CPO untuk migor, serta menihilkan adanya mafia migor.

Mulyanto menambahkan apa yang disampaikan Mendag baru ini terlalu menyederhanakan masalah, padahal sejatinya tidak demikian. Kalau soal pasokan CPO, lanjut Mulyanto, faktanya Indonesia tidak kurang, termasuk untuk kebutuhan migor domestik.

"Pemerintah sudah beberapa kali buka-tutup kebijakan DMO (domestic market obligation) untuk memastikan kecukupan pasokan CPO untuk produksi migor nasional," ujar Wakil Ketua F-PKS Bidang Industri dan Pembangunan ini.

Bahkan, lanjut Mulyanto, Presiden Jokowi sudah mengambil kebijakan larangan ekspor CPO dan turunannya, yang menyebabkan tangki-tangki penyimpanan CPO luber. "Bahkan ketika pemerintah menggulirkan kebijakan flush out (pengosonganh tangki simpan CPO untuk ekspor), pengusaha kelapa sawit justru teriak bahwa, tangki-tangki minyak sawit mentah (CPO) mereka masih belum terkuras sepenuhnya," tutur Mulyanto.

"Nahasnya, sampai kebijakan ekspor itu dibuka kembali, nyatanya tidak terjadi penurunan harga migor secara signifikan, sesuai HET baik untuk migor curah maupun migor kemasan," sambung Anggota Baleg DPR RI ini.

Karena itu Mulyanto minta Mendag bekerja dengan baik dan jangan membuat statemen yang menihilkan keberadaan mafia migor. "Publik jadi terkesan Mendag baru membela dan menutup-nutupi keberadaan mafia migor tersebut," tambah legislator asal Dapil Banten 3 ini.

"Harapan kita secara normatif, bagi Menteri baru adalah apa yang baik dari Menteri sebelumnya untuk dapat diteruskan. Kebijakan yang kurang, agar dilengkapi dan disempurnakan, sementara kebijakan yang jelek agar dihentikan," tandas Mulyanto.***

wwwwww