Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
17 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
12 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
16 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
12 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
16 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Komisi VII DPR Minta Proyek Gas Jambaran Tiung Biru Digesa

Komisi VII DPR Minta Proyek Gas Jambaran Tiung Biru Digesa
Proyek Gas Jambaran Tiung Biru. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 24 Juni 2022 14:09 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, minta pemerintah berupaya keras penuhi target penyelesaian proyek lapangan gas Jambaran Tiung Biru (JTB). Pemerintah, melalui SKK Migas, harus mengawal secara ketat jadwal pengerjaan proyek tersebut. Mengingat proyek JTB yang berlokasi di Bojonegoro, Jawa Timur, ini ditargetkan Pemerintah mulai berproduksi pada tanggal 20 Juli 2022.

"Artinya, tinggal satu bulan lagi waktunya. Sudah sangat mepet. Karena itu Pemerintah, dalam hal ini SKK Migas harus mengawal dengan ketat jadwal penyelesaiannya. Jangan sampai proyek ini molor lagi," demikian kata Mulyanto kepada GoNews.co Jumat (24/06/2022).

Mulyanto menjelaskan sebelumnya Pemerintah menargetkan proyek, dengan jumlah gas siap jual hingga 192 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) ini akan GOS (gas on stream) pada akhir tahun 2021. Namun nyatanya proyek ini tidak dapat diselesaikan dengan alasan yang tidak begitu jelas. "Karenanya sekarang harga mati, tidak boleh mundur lagi," tegas Mulyanto.

"Industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah lama menunggu aliran gas dari proyek ini. Apalagi sekarang Covid-19 sudah melandai dan roda industri mulai bergerak," lanjutnya

Untuk diketahui Proyek Strategis Nasional (PSN) Jambaran Tiung Biru (JTB) dilaksanakan oleh PT Pertamina EP Cepu (PEP Cepu). Lifting gas proyek ini mencapai 192 MMSCFD dari gas input sebesar 330 MMSCFD.

Estimasi biaya pengembangan proyek ini senilai USD 1,55 miliar atau setara dengan Rp 22 triliun dengan Komitmen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40 persen atau setara dengan Rp 8,8 triliun.

Gas yang dihasilkan akan menunjang sektor Kelistrikan, Pupuk dan Industri di Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dari lifting sebesar 192 MMSCFD, telah diperoleh komitmen dari PLN dan PGN sebesar 172 MMSCFD. Sisanya 20 MMSCFD belum diperoleh kejelasan pembeli.***

wwwwww