Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
20 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
15 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
19 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
16 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
15 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Anwar Ibrahim Desak PM Malaysia Klarifikasi Klaim soal Kepulauan Riau

Anwar Ibrahim Desak PM Malaysia Klarifikasi Klaim soal Kepulauan Riau
Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim. (foto: Istimewa)
Minggu, 26 Juni 2022 20:49 WIB
JAKARTA - Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, mendesak Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, untuk menanggapi pernyataan kontroversial yang mengeklaim Kepulauan Riau sebagai bagian dari Tanah Melayu pada Sabtu (25/6/2022).

Pernyataan tersebut diungkap oleh eks PM Malaysia Mahathir Mohamad. Tindakan Mahathir menuai kecaman dari Indonesia. Mahathir menyulut amarah akibat menyerukan agar Malaysia meminta kembali wilayah Singapura dan Kepulauan Riau.

Anwar menegaskan, pernyataan demikian dapat mengganggu relasi Indonesia-Malaysia. Dia lantas menuntut Ismail agar segera meluruskan pertikaian tersebut. "Saya mendesak Perdana Menteri Ismail Sabri untuk segera menyatakan pernyataannya agar [perdebatan] itu tidak bertahan lama karena pandangan seperti itu tidak mewakili pemerintah atau rakyat Malaysia," cuit Anwar dalam bahasa Melayu.

"Klarifikasi ini juga diperlukan untuk menghindari dan mempengaruhi eratnya hubungan diplomatik antara Malaysia dan Singapura serta Indonesia,” imbuhnya.

Mahathir juga telah merilis klarifikasi atas pernyataannya pada Kamis (23/6/2022). Dia menuduh pemberitaan atas perkataannya tidak akurat, sehingga memunculkan perselisihan. "Saya tidak meminta Malaysia untuk mengeklaim tanah kami yang hilang," bunyi pernyataan Mahathir melalui akun resminya di Instagram.

"Saya mencoba untuk menunjukkan bahwa kami sangat khawatir kehilangan batu seukuran meja tetapi tidak pernah tentang wilayah yang lebih besar dari Malaysia ketika mereka diambil dari kami," sambung dia.

Meski PM Ismail Sabri belum berkomentar, Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta sudah memberikan klarifikasi. "Sebagai individu, Mahathir berhak untuk mengeluarkan pendapat," tutur Kuasa Usaha Sementara Kedubes Malaysia di Jakarta, Adlan Mohd Shaffieq, dilansir GoNews.co dari kumparan.

"Namun kenyataan beliau tidak mencerminkan pendirian Pemerintah Malaysia," lanjut Adlan.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta, Kepulauan Riau
wwwwww