Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
3 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
3 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
5
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
3 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
3 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Yenny Wahid ke Cak Imin: Ke Pendiri PKB Saja Tak Ada Etika, Gimana ke Rakyat?

Yenny Wahid ke Cak Imin: Ke Pendiri PKB Saja Tak Ada Etika, Gimana ke Rakyat?
Putri kedua Presiden keempat Abdurrahman Wahid, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid. (foto: Istimewa)
Minggu, 26 Juni 2022 19:58 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Putri kedua Presiden keempat Abdurrahman Wahid, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid terus melontarkan kritikan untuk Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar.

Kritikan itu ia sampaikan karena untuk membuka ruang argumentasi terhadap relasi NU dan PKB. Yenny menyayangkan sikap Cak Imin yang berani secara vulgar membuat pernyataan yang melecehkan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. Imbasnya membuat akar rumput dan konstituen dari NU gelisah.

Ia pun mendesak agar para politisi NU untuk mengambil sikap atas pernyataan Cak Imin yang dalam bacaan Yenny telah melecehkan Ketum PBNU. "Seharusnya mengambil sikap dengan menjalin hubungan yang baik dengan NU bukan malah melecehkan. Ternyata kok ada yang kepancing terus saya dibuli di Sosmed. Saya jawab juga tapi saya bercanda aja, tapi kok tambah marah," kata Yenny di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (26/6/2022).

Dia menegaskan bahwa perseteruannya dengan Cak Imin untuk meluruskan sejarah. Dalam pandangan Yenny, saat ini seolah-olah ada upaya menghapuskan sejarah PKB. Selain itu, menisbahkan Gus Dur masih ada di PKB, padahal bagi Yenny Wahid sudah tidak.

Lebih lanjut, Yenny menjelaskan, sampai saat ini banyak masyarakat yang belum memahami bahwa Gus Dur lewat Muktamar Ancol telah dikeluarkan dari PKB. Menurutnya, fakta sejarah itu harus dikemukakan lagi kepada publik.

"Gunanya untuk melakukan pendidikan politik, agar dalam politik itu para politisi mengedepankan etika moral, ada etika dan ada moral,” ujarnya.

Menurutnya, jika sikap Cak Imin tidak mampu berubah, maka tidak menutup kemungkinan masyarakat tidak akan mau mencalonkan Cak Imin sebagai calon presiden. "Kalau terhadap pendiri partai saja diperlakukan seperti itu, tentu kita khawatir bagaimana nanti akan memperlakukan rakyat, mendengarkan suara aspirasi memperjuangkan kepentingan mereka, kira-kira begitu. Itu yang menjadi keprihatinan saya," tandasnya.***

wwwwww