Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
18 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
13 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
17 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
17 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
14 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
12 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Turnamen Bulutangkis Malaysia Masters 2022

Ginting Dipaksa Jalani Laga Panjang

Ginting Dipaksa Jalani Laga Panjang
Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting. (Foto: Humas PP PBSI)
Rabu, 06 Juli 2022 22:49 WIB
Penulis: Azhari Nasution
KUALA LUMPUR - Pebulutangkis tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dipaksa menjalani laga panjang 66 menit di babak 32 besar ajang Turnamen Bulutangkis Malaysia Masters 2022. Ginting menang rubber game 8-21, 21-14, 22-20 atas pebulutangkis Jepang, Kenta Nishimoto.

"Pertama-tama mengucap syukur, Puji Tuhan bisa bermain dengan baik dan menyelesaikan pertandingan tanpa cedera. Kondisinya tidak berbeda jauh dengan minggu lalu. Jadi tadi bagaimana mengadu strategi di lapangan," tutur Ginting di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Rabu (6/7/2022), selepas laga.

"Di gim pertama memang kondisi lapangan kurang baik. Jadi lawan lebih mengontrol permainan. Di gim kedua sebaliknya saya yang bisa mengontrol pertandingan. Di gim ketiga strateginya adalah bagaimana sebelum interval poin saya tidak terlalu jauh dari dia bilapun tertinggal," lanjutnya.

Pada gim penentuan, Ginting yang tertinggal 8-11 di interval mampu membalikkan keadaan hingga unggul match point 20-16. Tapi kemenangan tunggal putra peringkat enam dunia itu sempat tertunda setelah Nishimoto berhasil meraih empat poin beruntun untuk memaksakan setting.

"Di perjalanan gim ketiga itu sampai poin 20-16, saya memang lebih banyak menunggu dulu, tidak agresif melakukan serangan. Saya coba membuat dia lari ke depan, belakang, kiri dan kanan. Saat lawan salah membuang bola, baru saya menyerang," kata Ginting.

"Tapi sesudah match point, saya malah terburu-buru, inginnya menyerang duluan dan itu bikin dia lebih enak, apalagi defensenya juga sedang bagus hari ini. Saat setting saya coba lebih tenang lagi saja," kata Ginting lagi.

Mundurnya Viktor Axelsen (Denmark), Lee Zii Jia (Malaysia) dan beberapa pemain top lainnya di Malaysia Masters 2022 kali ini, dirasa Ginting tidak serta merta menjadikan peluangnya meraih gelar juara lebih mudah. Ia mengatakan persaingan tetap ketat sehingga harus terus menampilkan performa maksimal di lapangan.

"Kalau saya pribadi tidak terlalu memikirkan hal tersebut (mundurnya beberapa pemain top). Perjalanan dari babak pertama ini saja sudah sangat ketat. Jadi mau siapapun lawannya, mau mundur atau tidak mundur, kita semua punya kesempatan yang sama. Jadi saya lebih fokus menampilkan performa maksimal di lapangan satu pertandingan demi satu pertandingan," tutur Ginting.

Di laga lain, wakil tunggal putri Fitriani sukses melaju ke babak 16 besar setelah menang dari Kristin Kuuba asal Estonia, 19-21, 21-18, 21-12.

Sementara, ada tiga wakil Indonesia yang gagal melaju ke babak selanjutnya. Tommy Sugiarto dihadang Kashyap Parupalli dari India 21-16, 16-21, 16-21. Putri Kusuma Wardani dikalahkan Zhang Yi Man asal China 21-23, 14-21. Dan di ganda campuran, Zachariah Josiahno Sumanti/Hediana Julimarbela harus mengakui keunggulan pasangan Thailand, Supak Jomkoh/Supissara Paewsampran 18-21, 16-21. ***

wwwwww