Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
18 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
13 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
17 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
17 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
14 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
12 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Turnamen Bulutangkis Malaysia Masters 2022

Perang Saudara di Tunggal Putra Babak Perempat Final

Perang Saudara di Tunggal Putra Babak Perempat Final
Chico Aura Dwi Wardoyo. (Foto: PP PBSI)
Jum'at, 08 Juli 2022 00:08 WIB
Penulis: Azhari Nasution

KUALA LUMPUR - Dua pemain tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting dan Chico Aura Dwi Wardoyo melaju ke perempat final Turnamen Bulutangkis Malaysia Masters 2022. Atas keberhasilan itu kedua punggawa Pelatnas Cipayung itu saling berhadapan alias perang saudara.

Dalam pertarungan yang mentas di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (7/7/2022), Ginting lebih dulu memastikan maju ke babak delapan besar. Tiket itu didapat unggulan keenam itu setelah mengalahkan Kashyap Parupalli dari India, 21-10, 21-15 dalam watu 34 menit.

"Memang dari awal permainan sampai akhir, saya lebih mencoba dengan memegang tempo dan ritme permainan saja sih. Jadi lawan juga nggak bisa berkembang banyak dalam permainan tadi," tutur Ginting kepada Tim Humas dan Media PBSI.

Menurut Ginting, tantangan dan atmosfer memang belum berubah. Mulai dari kondisi angin dan segala macam, masih sama seperti pada turnamen Malaysia Open yang berlangsung di tempat yang sama, pekan lalu.

"Jadi dalam pertandingan ini saya lebih bagaimana mempergunakan strategi yang tepat saja waktu berada di posisi kalah angin itu," ujar Ginting.

"Terus terang, saat dalam posisi menang angin itu juga enggak banyak pilihan untuk menggunakan stroke. Jadi ya memang harus ada strategi yang tepat juga buat menyikapi kondisi seperti itu," tambahnya.

Tidak mau kalah dengan seniornya, Chico juga terus menunjukkan performa terbaik di turnamen BWF World Tour Super 500 ini. Dia juga sukses meraih tempat ke babak perempatfinal setelah mengandaskan Kantaphon Wangcharoen asal Thailand.

Lewat laga tiga gim selama 60 menit, Chico berhasil menang dengan skor 18-21, 21-11, 21-9. Kemenangan ini pun mengantarkan finalis Kejuaraan Dunia Junior 2016 di Bilbao, Spanyol ini merebut tiket ke babak delapan besar.

Sayang, pada babak perempatfinal yang dihelat Jumat (8/7) itu, Chico dan Ginting harus berjibaku di tengah lapangan untuk memastikan siapa yang lebih baik. Perang saudara ini akan menentukan siapa yang lolos ke semifinal.

"Kalau besok lawan Chico, memang kita sama-sama sudah tahu satu sama lain, kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi ya yang utama harus lebih siap saja besok. Harus lebih fokus juga dan mempersiapkan strategi apa yang tepat waktu di lapangan saja. Ya pastinya semoga bisa bermain dengan baik besok," kata Ginting.

Sementara Chico menyebut dirinya akan bermain tanpa beban saja saat menghadapi seniornya tersebut. "Pastinya saya ingin memberikan yang terbaik untuk pertandingan besok. Selain itu, saya akan bermain nothing to lose juga sih," tukas Chico. ***

wwwwww