Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
16 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
20 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
16 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
15 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Giliran Wakil Ketua Komisi X DPR RI Bicara Soal Kemenpora Raih Hattrick WTP dari BPK

Giliran Wakil Ketua Komisi X DPR RI Bicara Soal Kemenpora Raih Hattrick WTP dari BPK
Wakil Ketua Komisi X DPR-RI, Dede Yusuf. (Foto: Humas Kemenpora)
Senin, 18 Juli 2022 22:24 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Dede Yusuf Macan Effendi menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali yang telah melakukan penataan dan tata kelola biroraksi sehingga berhasil meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tahun anggaran 2021.

Kemenpora sudah tiga tahun berturut-turut sejak 2019, 2020 dan 2021 meraih hasil WTP. Padahal, Kemenpora dalam beberapa tahun sebelumnya, sejumlah pejabatnya harus berurusan dengan kasus hukum.

“Saya apresiasi langkah Menpora yang fokus penataan ke dalam (internal Kemenpora). Karena memang Kemenpora ini jadi momok karena sudah beberapa kali terkena kasus (pidana korupsi),” ujar Dede Yusuf dalam keterangan, Minggu (17/7).

Politisi Partai Demokrat ini menilai, Menpora Amali paham dengan anggaran yang ada di Kemenpora nilainya kecil dibanding kementerian lain. Sehingga yang harus diutamakan adalah perbaikan tata kelola internal.

“Jadi pak Menpora paham dengan anggaran yang kecil saat ini. Yang bisa dilakukan adalah pembenahan ke dalam dulu. Agar kepercayaan masyarakat dan Presiden kepada lembaga ini menjadi kembali,” tukasnya. ***

wwwwww