Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
20 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
15 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
19 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
16 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
15 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Beladiri

Penuh Misteri, CCTV dalam Kasus Penembakan Birgadir J: Awalnya Rusak, Kini Ditemukan

Penuh Misteri, CCTV dalam Kasus Penembakan Birgadir J: Awalnya Rusak, Kini Ditemukan
Ilustrasi CCTV. (Foto: Istimewa)
Kamis, 21 Juli 2022 20:29 WIB

JAKARTA - Polisi masih terus menyelidiki untuk mengungkap kasus tewasnya Brigadir J akibat baku tembak dengan Bharada E yang disebut terjadi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di kawasan Jakarta Selatan. Kejadian itu diketahui terjadi pada Jumat (8/7) sekitar pukul 17.00 Wib.

Salah satu cara dalam mengungkap kasus itu, yakni melalui rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang telah ditemukan polisi dan kini sedang diperiksa di Laboratorium Forensik.

"Tim ini bekerja maksimal. Kita sudah menemukan CCTV yang bisa mengungkap secara jelas tentang konstruksi kasus ini, dan CCTV ini sedang didalami oleh timsus yang nanti akan dibuka apabila seluruh rangkaian proses penyidikan oleh Timsus sudah selesai," kata Dedi kepada wartawan, Rabu (20/7) malam.

"Jadi dia tidak sepotong-sepotong, juga akan menyampaikan secara komperhensif apa yang telah dicapai timsus yang ditentukan Bapak Kapolri," sambungnya.

Sebelum menemukan CCTV yang dapat mengungkap kasus tersebut, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi sempat menyebut, jika kamera yang dapat merekam kegiatan seseorang itu mengalami kerusakan sejak dua pekan sebelum kejadian. "Kami juga mendapatkan bahwa di rumah tersebut memang kebetulan CCTV-nya rusak sejak dua minggu lalu. Sehingga tidak dapat kami dapatkan," kata Budhi.

Namun dia memastikan, akan tetap mencari bukti lain guna mengungkap kasus tersebut. Secara scientific crime investigation pihaknya berusaha untuk mengungkap. "Tentunya kami mencari juga alat bukti pendukung yakni CCTV dari sekitar rumah tersebut, yang bisa membuktikan petunjuk adanya proses atau orang-orang yang mungkin berada di rumah tersebut," katanya.

CCTV Tersambar Petir

Rusaknya CCTV yang dikatakan oleh Kombes Budhi Herdi itu ternyata diamini oleh Jafar, yang merupakan seorang satpam atau sekuriti. Rusaknya CCTV itu disebutnya karena tersambar petir. "Itu kan beberapa baru saja dibetulkan karena tersambar petir (CCTV). Sekitar 4 apa 3 gitu," ucap Jafar saat ditemui, Jumat (15/7).

Karena itu, guna mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali, CCTV akan dinonaktifkan tatkala hujan turun. "Takut kesambar petir lagi. Nih (CCTV) kita matiin," ujar dia.

Dekoder CCTV Diganti

Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat mengungkap decoder CCTV yang terpasang di pos sekuriti diganti usai insiden penembakan tersebut. Ketua RT 05 RW 01 Irjen Pol (Purn) Seno Sukarto menerangkan, setiap sudut jalan dilengkapi CCTV termasuk di ruas jalan kediaman Irjen Ferdy Sambo. "RT di sini punya CCTV seperti di jalan situ, kalau CCTV di rumah saya tidak ini, karena itu kewenangan masih-masing (pemilik rumah)," kata Seno saat di sambangi.

Seno memastikan seluruh CCTV dalam kondisi baik termasuk yang ada di sekira pos sekuriti. Namun, Seno menyebut decoder CCTV yang ada di pos sekuriti diganti oleh sejumlah orang tak berseragam pada Sabtu kemarin. Sementara itu, sekuriti menyampaikan kepada pihak RT pada Senin, (11/7). "(Siapa yang ganti) dari mereka. Saya tahunya hari Senin," ujar dia.

Seno mengaku tak mengetahui alasan decoder CCTV di pos sekuriti diganti. Sepengetahuan, memang ruang kontrol CCTV yang terpasang di RT 05 berada di pos sekuriti. "Saya tanya sama satpam, ya dia saja enggak tahu diganti yang baru alatnya ininya itu. Ya mungkin, karena semua CCTV sini kan pusatnya di pos," ujar dia.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww