Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
10 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
14 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
11 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
14 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  PON

DPR Dukung Langkah Zulhas Patok Harga TBS Jadi Rp 2.000/kg

DPR Dukung Langkah Zulhas Patok Harga TBS Jadi Rp 2.000/kg
Ilustrasi antrean truk membawa sawit. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 23 Juli 2022 14:52 WIB

JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan akan mengambil langkah strategis mengatasi jatuhnya harga tandan buah segar (TBS). Hal ini dilakukan demi menjalankan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menaikkan harga tandan buah segar (TBS) Kelapa Sawit menjadi Rp2.000/kg.

"Tugas saya sekarang itu dan menteri-menteri lain diperintah pak presiden agar bekerja keras lakukan segala upaya agar TBS harus bisa di atas Rp2.000/kg," kata Mendag Zulkifli Hasan di Pasar Cibinong, Bogor, Jumat 22 Juli 2022.

Menurut pria karib disapa Zulhas ini, salah satu kebijakan yang tengah dipertimbangkan adalah dengan mempertimbangkan pencabutan aturan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) demi mengerek harga dari TBS kelapa sawit. "Saya pertimbangkan DMO DPO tidak perlu lagi agar ekspor bisa cepat," kata Zulhas.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi VI DPR RI Intan Fauzi meyakini, kebijakan Zulhas bisa efektif. Sebab, dengan meningkatnya ekspor maka menjaga inflasi dalam negeri dapat terjada sekaligus mendatangkan devisa dan penerimaan negara. "Jadi kami yakin kebijakan ini akan mempercepat peningkatan ekspor," yakin Intan dalam kerangan diterima, Sabtu (23/7/2022).

Politisi asal PAN ini percaya, langkah Zulhas secara langsung juga membuat tata kelola sawit menjadi seimbang, dari hulu ke hilir karena menjadi solusi atas tangki timbun yang selama ini menjadi masalah.

"Ke depan tidak ada lagi pungutan (sebesar USD 200) yang dikenakan bagi produsen. Selain membebaskan pungutan, Kemendag juga memperpendek masa dasar perhitungan atau penentuan harga patokan ekspor/ HPE dari bulanan menjadi per dua minggu," pungkas Intan.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Ekonomi, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww