Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Pantauan BRIN, Kader Beringin Makin Solid Dukung Ketumnya

Pantauan BRIN, Kader Beringin Makin Solid Dukung Ketumnya
Ilustrasi Golkar. (gambar: ist.)
Jum'at, 29 Juli 2022 20:13 WIB
JAKARTA - Peneliti Senior di Pusat Riset BRIN Firman Noor dalam suatu pernyataannya, Jumat (29/7/2022) menyatakan, kekompakan kader Partai Golkar adalah modal bagi mereka untuk menghadapi tantangan maupun melesat pada Pemilu 2024. Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dinilai memiliki peran besar untuk kestabilan internal partai.

"Adalah ikon atau trademark dari Golkar saat ini ya solidaritas internal yang bagus. Dan selain juga pendekatan Airlangga, terutama pandangan dari pendukung, cukup baik dan membuat gebrakan internal yang baik dan juga komunikasi yang lebih intens," kata Firman Noor kepada GoNEWS.co di Jakarta.

Sebelumnya, Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) melaporkan kader Golkar, Haris Pertama ke Bareskrim Polri atas ujaran kebencian pada Airlangga Hartarto. Para kader muda maupun senior, berupaya betul untuk menjaga marwah Ketum mereka. Belajar dari pengalaman yang lampau, konflik dalam tubuh Partai sebaiknya dihindari, justru harus kompak jelang pendaftaran peserta pemilu 2024.

"Secara internal, Airlangga 'berhasil' memastikan orang-orangnya menduduki posisi kunci, sehingga solidaritas partai lebih terjamin," kata Firman.

Sejumlah kader muda yang gigih membela Airlangga, diantaranya Waketum Erwin Aksa dan Ketua AMPI Jerry Sambuaga. Organisasi kepemudaan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan AMPI juga mendukung Airlangga.

"Karena Golkar ini yang saya pahami naluri rekrutmen politisi muda banyak, entah dari sumber HMI atau yang lain. Mereka punya cukup stok politisi muda," tutur Firman.

Sebelumnya, Waketum Partai Golkar mengirimkan tim-tim kecil di seluruh Indonesia untuk melakukan Training of Trainer (TOT) Elektronik Kartu Tanda Anggota (EKTA). Pihaknya juga memperluas pengenalan masyarakat dan sosialisasi Airlangga untuk mulai melakukan TOT EKTA Partai Golkar dalam skala besar dengan mengadakan TOT 1.000 orang per titik.

Adapun sistem canvassing dan TOT ini merupakan metode modern yang dikombinasikan dengan Teknologi Elektronik KTA Partai Golkar. Langkah ini dilakukan secara terus menerus dan menyeluruh di seluruh Indonesia, tingkat kabupaten/kota sampai dengan ke desa-desa atau kelurahan, guna memberi dampak positif bagi Capres Airlangga Hartarto dan Partai Golkar.

Menanggapi hal ini, Firman mengingatkan agar jangan sampai melanggar aturan kampanye. "Harus dilihat dari konteks, kalau kampanye belum waktunya, dan mereka belum punya hak sebagai peserta pemilu. Saya kira diamati dengan baik jangan sampai ada upaya melakukan curi start. Kalau perkenalan atau kegiatan sosial itu boleh," tandas Firman.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Metropolitan, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww