Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
17 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
12 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
16 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
12 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
16 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Voli

Kementerian ESDM Optimis Indonesia Bisa Jadi Produsen Mobil Listrik

Kementerian ESDM Optimis Indonesia Bisa Jadi Produsen Mobil Listrik
Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto (ketiga kanan) dalam suatu acara mobil listrik. (foto: ist. for gonewsco)
Jum'at, 12 Agustus 2022 18:41 WIB
JAKARTA - Staf Khusus Menteri ESDM Republik Indonesia Agus Tjahjana dalam suatu keterangan yang dibaca, Jumat (12/8/2022), menyatakan optimis bahwa Indonesia mampu menjadi produsen kendaraan listrik.

"Kalau kita lihat dari pasar kita, yang ada sekarang, di ASEAN ini kita paling besar, bahakan dibandingkan thailand, kita besar, masak kita hanya konsumen. Kita harus tempatkan diri kita harus menjadi produsen dong," ujar Agus kepada GoNEWS.co.

Baca Juga: Mobil Listrik Dominasi GIIAS 2022, Menko Airlangga: Alhamdulillah, Insentif Pemerintah Disambut Positif 

Baca Juga: Bagaimana Cara Hitung Biaya Pajak Mobil? 

Tren otomotif dunia, kata Agus, mulai beralih ke kendaraan listrik, sedangkan Indonesia merupakan penghasil nikel nomor 1 di dunia. "Ini bisa menjadi modal Indonesia bersaing sebagai pemain utama di kendaraan listrik."

"Mobil listrik dalam perkembangan ya menuju penggunaan baterai berbasis nikel kobalt dan mangan, NCM kita tahu bahwa nikel kita adalah yang jumlahnya sangat memadai di Indonesia, nomor satu di dunia. Pasar dalam negeri besar dan akan memerlukan baterai, baterai base nikel," jelas Agus.

Baca Juga: Ini Jenis Mobil Mesin 2.000 Cc ke Atas yang 'Haram' Sedot Pertalite 

Baca Juga: Viral! "Lee Minho" Nikahi Gadis Batang, Maharnya Fantastis dari Apartemen Hingga Mobil dan Berlian 

Namun dalam masa transisi, Agus mengatakan Indonesia masih perlu berbenah untuk siap memproduksi maupun menggunakan mobil listrik.

"Begini, kalau mau ditanya sudah siap, masih belum, masih belum lengkap, perlu waktu dan ini kan perubahan teknologi harus ada percepatan di berbagai area," kata Agus.

Baca Juga: Selalu Pakai BRImo, Nasabah BRI Ini Dapat Hadiah Mobil Listrik Premium 

Baca Juga: DPR Desak Pemerintah Larang Pemilik Mobil Mewah Gunakan BBM Subsidi 

Misalnya, tentang infrastruktur, charging station, maupun harga dan desain mobil yang belum kompetitif.

Sebelumnya, Menko Airlangga yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini menerima ratusan kendaraan listrik yang akan digunakan pada KTT G-20. Ini menunjukkan komitmen Presidensi Indonesia dalam menjadi lead by example untuk isu transisi energi, lingkungan, dan perubahan iklim.

Baca Juga: Mulai Dari AC yang Tak Dingin, Ternyata Banyak Juga Keluhan Pengguna Mobil Wuling 

Baca Juga: Yamaha NMAX 'Gigit Jari' Mobil Ini Cuma Rp20 Jutaan Muat 4 Orang 

Dengan berbagai kebijakan yang telah diberikan tersebut, Menko Airlangga berharap agar utilitas EV dapat meningkat di kalangan masyarakat sehingga mampu memperkuat industri otomotif dalam negeri.

"Dengan fasilitas Pemerintah, Pemerintah berharap EV dapat dijual di dalam negeri dengan harga yang kompetitif dan tentu bisa mendorong produksi EV di Indonesia," tutup Menko Airlangga.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Voli, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww