Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
19 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
14 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
18 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
14 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
18 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
13 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Plt Sesmenpora Sebut Penerapan Tanda Tangan Elektronik Program Prioritas

Plt Sesmenpora Sebut Penerapan Tanda Tangan Elektronik Program Prioritas
Menpora Amali dan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letnan Jenderal TNI (Purn) Hinsa Siburian. (Foto: Humas Kemenpora)
Senin, 15 Agustus 2022 20:26 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Sebagai implementasi program prioritas untuk perbaikan tata kelola kelembagaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) melaunching Sertifikasi Elektronik.

Launching yang dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, dan dibuka oleh Plt. Sesmenpora Jonni Mardizal dilakukan di Auditorium Wisma Kemenpora, Senin (15/8/2022).

Pada sambutanya, Plt. Sesmenpora Jonni Mardizal mengatakan bahwa, penerapan tanda tangan elektronik sebagai implementasi dari program prioritas. "Tanda tangan elektronik ini, sebagai implementasi dari program prioritas Kemenpora RI tahun 2020-2024 tentang perbaikan tata kelola kelembagaan," kata Jonni.

"Dengan demikian, Kemenpora RI telah melakukan proses transformasi digital melalui penerapan tanda tangan elektronik yang bekerja sama dengan Balai Sertifikasi Elektronik Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)," ucapnya.

Dengan adanya tanda tangan elektronik ini, lanjutnya diharapkan semakin mempersempit ruang gerak pihak-pihak yang akan melakukan perbuatan pemalsuan tanda tangan sehingga Kemenpora menjadi lebih transparan dan akuntabel kedepannya.

Menurutnya, tanda tangan elektronik mempercepat proses kerja dan proses pelayanan publik karena proses penanganan dapat dilakukan di manapun dan kapanpun. Selain itu tanda tangan elektronik memberikan keamanan dan kenyamanan karena meminimalisir proses penyalahgunaan tanda tangan.

"Harapannya dengan launching ini, bukan hanya sekedar euforia sementara saja, namun seluruh pimpinan tinggi Madya dan Pratama dapat menerapkan tanda tangan elektronik ini melalui aplikasi Srikandi untuk seluruh naskah dinas yang diciptakan," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, para pimpinan harus cermat dan bertanggung jawab dalam menggunakan akun tanda tangan elektronik ini, jangan sampai diserahkan kepada stafnya kemudian disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Saya ingin agar semangat perubahan ini tetap menggelora di Kemenpora sehingga perbaikan yang berkesinambungan dan berkelanjutan dapat terus dilakukan di Kemenpora," tutupnya.

Sementara, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hinsa Siburian mengatakan bahwa, Presiden Joko Widodo selaku Pimpinan Negara Indonesia mengingatkan bahwa, ada perkembangan situasi saat ini. Menurutnya, kalau dulu hanya mengenal darat laut dan udara, kalau sekarang ada dunia baru yang disebut dengan ruang siber.

"Presiden Joko Widodo mengingatkan kita bahwa, kita harus siaga menghadapi ancaman kejahatan di ruang siber, termasuk di situs kejahatan terhadap penyalahgunaan data. Saya rasa launching sertifikat elektronik hari ini adalah bagian dari mengamankan data," katanya. ***

wwwwww