Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Beladiri

Ungkap Sosok 'The Next Ferdy Sambo', Advokat Alvin Lim Tuding Polda Metro Sarang Mafia Hukum

Ungkap Sosok The Next Ferdy Sambo, Advokat Alvin Lim Tuding Polda Metro Sarang Mafia Hukum
Advokat Alvin Lim. (Foto: Dok Pribadi)
Kamis, 18 Agustus 2022 17:20 WIB

JAKARTA - Advokat Alvin Lim bikin pernyataan yang bisa membuat telinga Kapolri kepanasan. Tanpa beban, video pernyataannnya tentang Polda "Sarang Mafia" beredar luas di platform media-media sosial.

Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Muhammad Said Didu salah satu yang memposting video Alvin Lim. Dalam unggahannya, Alvin Lim blak-blakan membongkar sarang mafia Polda Metro Jaya dan 4 perwira yang terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir J yang diotaki Ferdy Sambo.

"Kalau menonton video saya beberapa bulan lalu, saya membuat video mengejutkan yang berjudul "Polda Sarang Mafia" ya teman-teman. Jadi yang terjadi pada Ferdy Sambo ini jadi salah satu bukti juga bahwa Polda Sarang Mafia," ujarnya.

Menurut Alvin Lim, mengapa Polda jadi sarang Mafia? Karena, menurutnya, di Polda banyak mafianya. "Dari kasus Ferdy Sambo ini, ada tiga atau empat oknum yang melanggar kode etik yaitu merekayasa kasus," bebernya.

Dan mereka ini, kata Alvin, sudah ada yang dicopot dari jabatannya. Dan mereka yang dicopot dari jabatannya, contoh Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi, itu dicopot karena dia datang dan dikasih press rilis di situ. "Kedua Wadir Kriminal Umum Jerry Siagian, itu sebelumnya jadi Kasat Ranmor juga. Jerry siagian ini terkenal berani. Orang berfikir dia berani, the next nanti jadi pengganti Ferdy Sambo," ucapnya.

Disebut sebagai the Next Ferdy Sambo, Alvin mencirikan gerak-gerik mereka (Ferdy dan Jerry) dan kelincahannya sama. Kemudian Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Splanit. "Ini petinggi Polda yang jabatannya Kombes, Kapolres yang namanya. Karena semua di Resort dia pemimpinnya. Sudah tinggi itu Kapolres. Bahwa Polda ini jadi sarang mafia hukum," ucapnya.

Alasan jadi sarang mafia, Alvin menyebutkan bahwa orang yang sebenarnya terjadi pembunuhan berencana, dibikin lah rekayasa seolah olah menjadi tembak menembak karena pidana. "Nah ini sangat menyedihkan," tandasnya.

Sebelumnya Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, angkat suara terkait dengan ditahannya 4 Perwira Menengah (Pamen) anggotanya. Tiga di antaranya merupakan Kasubdit di Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes E Zulpan mengatakan, hingga saat ini Kapolda Metro Jaya belum menunjuk siapa sosok pengganti dari 3 Kasubdit yang tengah ditahan di tempat khusus (patsus) Provost Mabes Polri itu.

"Untuk jabatan mereka memang belum ada penggantinya. Tentu bagaimana agar dinamika operasional berjalan? Kan di Subdit itu ada Kanit. Sementara Kanit yang senior itu yang sementara pelaksana," ujar Zulpan.

Sebelumnya dia juga berucap, dalam penahanan 4 Pamen Polda Metro, sesuai arahan dari Kapolda Metro Jaya tentunya Polda Metro akan betindak patuh dan mengikuti semua putusan yang diambil oleh Mabes Polri, khususnya dalam hal pencopotan keempat perwira berpangkat bunga melati itu.

"Tentunya Polda Metro Jaya, sesuai arahan Kapolda akan bersikap patuh terhadap arahan dari Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam penanganan kasus pembunuhan Brigadir J," paparnya.

Dia mengatakan, Polda Metro Jaya juga tak akan ada upaya-upaya untuk menghalangi penyelidikan yang dilakukan oleh tim khusus (timsus) bentukan Kapolri dalam membuat kasus pembunuhan Brigadir J terang benderang.

"Polda Metro akan kooperatif apabila diperlukan untuk diambil keterangannya oleh timsus. Kami juga tak akan menghalangi segala bentuk pemeriksaan yang dilakukan timsus. Kami berkeyakinan, kalau ada angota yang dipanggil dan diperiksa, tentunya ini berkaitan dengan persoalan yang ingin digali oleh penyidik untuk membuat terang perkara ini," imbuhnya.

"Jadi, Polda Metro Jaya akan mengikuti petunjuk dari Bapak Kapolda, dan Polda Metro Jaya akan mematuhi petunjuk dan arahan dari Bapak Kapolri," sambung Zulpan.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:POSKOTA
Kategori:PON, Olympic, Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww