Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
23 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Mengenang Rupiah Pecahan 500.000 Berbahan Emas

Mengenang Rupiah Pecahan 500.000 Berbahan Emas
Uang logam emas pecahan Rp500.000 terbitan BI tahun 2002. (gambar: ist./bi)
Minggu, 21 Agustus 2022 07:46 WIB

JAKARTA - Uang berbahan emas ternyata tidak hanya dicetak di masa kejayaan Islam tanah air (abad ke-15), Indonesia juga pernah mencetak uang berbahan emas.

Uang berbahan emas cetakan Pemerintah Indonesia melalui Bank Indonesia ini berbentuk logam. Uang ini diterbitkan tahun 2002.

Baca Juga: Orang Ini Janjikan 10 Persen dari Nilai Bitcoinnya yang Terbuang di Tempat Sampah 

Baca Juga: Jessica Iskandar Mengaku Heran Disomasi Orang Yang Diduga Tilap Uangnya 

Penjelasan Bank Indonesia di situs resmi yang dikutip GoNEWS.co, Minggu (21/8/2022), menyebut, uang ini dicetak dengan pecahan Rp500.000, berbahan logam emas kadar 0,999 dengan berat 15 gram dan berdiameter 28mm.

Dengan teknik cetak proof, di muka uang logam emas pecahan Rp500.000 ini terpampang gambar Lambang Negara yakni Burung Garuda, terdapat teks "BANK INDONESIA" dan terpampang pula logo panitia Peringatan Satu Abad Bung Hatta. Sementara di bagian belakang uang logam berbahan emas ini terpampang gambar Bung Hatta Proklamator Republik Indonesia.

Baca Juga: Andal Kelola Aset dan Keuangan, BRI Terus Perkuat Bisnis Treasury 

Baca Juga: Dulu Bossman Dorong e-Rupiah, Sekarang BI akan Terbitkan Uang Digital 

Umum diketahui, transaksi di nusantara era kerajaan islam menggunakan mata uang berbahan emas. Dengan desain sederhana, pecahan uang logam berbahan emas pada zaman itu umumnya bertuliskan Arab.

"Uang Kerajaan Jambi pada sisi belakang bertuliskan Arab "Sanat 1256" dan pada sisi depan "Cholafat al Mukmin". Yang unik adalah uang Kerajaan Sumenep yang berasal dari uang asing dan kemudian diberi cap "Sumenep" dengan aksara Arab. Hal ini jadi salah satu bukti bahwa kerajaan-kerajaan Islam saat itu berperan aktif dalam kegiatan niaga di Nusantara, sehingga uang-uang kerajaan tersebut beredar seiring dengan mata uang asing, bahkan bisa dipertukarkan. Misalnya satu Real Spanyol sama dengan 16 mas (dirham) Aceh dan 4 shilling Inggris sama dengan 5 mas (dirham) Aceh," kutipan sejarah yang tertulis di situs BI.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww