Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
23 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Kriminal

Agar Vaksin Murah, Anggota DPR Dukung Pabrik Baru Bio Farma

Agar Vaksin Murah, Anggota DPR Dukung Pabrik Baru Bio Farma
Anggota DPR RI Elva Hartati dalam suatu kesempatan rapat di Jakarta. (foto: ist./dpr)
Kamis, 25 Agustus 2022 13:58 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Elva Hartati dalam siaran Parlemen yang dibaca, Kamis (25/8/2022) menyatakan, dirinya mendukung rencana PT Bio Farma (Persero) untuk membangunan pabrik baru di Kawasan Karawang, Jawa Barat agar vaksin yang diproduksi bisa murah dan berkualitas.

"Saya mendukung upaya-upaya pembuatan vaksin oleh BUMN ini sehingga vaksin yang digunakan di negara, kita nantinya tidak perlu impor lagi. Saya sih maunya tidak terlalu mahal, karena kalau mahal nanti orang mikir lagi. Murah dan bagus. Kualitasnya juga harus bagus," ujar Elva sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

Baca Juga: Sabet WTP dari BPK, DPR Janji Perjuangkan Penambahan Anggaran BP2MI 

Baca Juga: Dukung Peningkatan Anggaran Kemenprin, DPR Dorong Validasi data IKM 

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tersebut juga berharap bahwa induk Holding BUMN Farmasi itu juga bisa menggunakan bahan baku yang berasal dari dalam negeri. Menurut Elva, hal tersebut bisa menekan biaya produksi, sehingga harga vaksin maupun obat yang diproduksi bisa lebih murah.

"Jangan sampai kita buat sendiri tapi banyak bahan yang masih impor dari luar dan akan mahal. Saya enggak mau begitu. Kalau kita semua buat sendiri, saya mau harus murah. Jadi perhatikan juga bahan bajunya," tambah anggota dewan daerah pemilihan (dapil) Bengkulu tersebut.

Baca Juga: Anggota DPR Dorong Generasi Muda Sadar Perlindungan Data Pribadi 

Baca Juga: Rapat Pelantikan Ketua 'Komisi Agama' DPR RI Berlangsung Tertutup 

Diketahui, ekspansi PT Bio Farma untuk membangun pabrik farmasi yang diperkirakan menelan investasi hingga Rp5 triliun tersebut rencananya akan dilakukan mulai tahun 2023 mendatang. Dilansir dari berbagai sumber, vaksin yang nanti akan diproduksi pada pabrik tersebut tak hanya ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri, namun PT Bio Farma juga melihat peluang bisnis dengan melakukan ekspor ke negara lain.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Nasional, Kriminal, DKI Jakarta
wwwwww