Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
16 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
20 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
16 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
15 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Harga Beda Tipis, Masyarakat Lebih Pilih Beli Ayam Ketimbang Beli Telur

Harga Beda Tipis, Masyarakat Lebih Pilih Beli Ayam Ketimbang Beli Telur
Ilustrasi Ayam bertelor. (Foto: Istimewa)
Kamis, 01 September 2022 11:31 WIB

JAKARTA - Harga telur ayam broiler di Pasar Dorowati, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mengalami kenaikan cukup signifikan dalam dua pekan terakhir. Biasanya pedagang menjual di kisaran harga Rp26 ribu per kilogram, kini menjadi Rp31 ribu atau hampir menyentuh angka kenaikan 20 persen.

"Peminatnya jadi berkurang sih, soalnya harganya enggak beda jauh sama ayam potong jadi mereka lebih milih beli ayam sekalian," kata pedagang telur, Andriyani, Rabu (1/9).

Pria berusia 27 tahun tersebut menuturkan, beberapa pelanggan khususnya seperti penjual roti dan martabak mengeluh dan kewalahan dengan naiknya harga telur. Hal ini berakibat pada minimnya untung yang diperoleh, dikarena jika harga jualnya yang dinaikan, jadi sepi pembeli.

Harapan Andri sekaligus mewakili para pedagang kebutuhan pokok, adalah pemerintah dapat menstabilkan kembali harga telur pada kisaran tertinggi Rp25 ribu.

Berbeda Harga Cabai dan Bawang

Di masa lonjakan harga telur broiler yang cukup tinggi, harga cabai dan bawang masih terpantau stabil. Hal ini berdasarkan penuturan dari pedagang sayuran bernama Yanto (32).

"Kalau per hari ini normal sih, cabai rawit Rp50 ribu, cabai merah Rp60 ribu, bawang merah Rp30 ribu, bawang putih Rp21 ribu. Jadi Alhamdulillah sejauh ini tidak ada kenaikan seperti telur broiler. Semoga sih jangan sampai naik ya, kalau naik pusing saya diomelin pelanggan," ucap Yanto.

Dia mengatakan biasanya harga bahan–bahan pokok naik di momen tertentu seperti idul fitri, idul adha dan bulan–bulan penting lainnya. Menurutnya jika harga naik, pelanggan akan tetap membeli tetapi dalam jumlah sedikit. Hal ini akan berdampak pada pemasukan dari para pedagang di pasar.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Ekonomi, Voli, DKI Jakarta, Jawa Tengah
wwwwww