Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
21 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
21 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
23 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
19 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
5
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
21 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
6
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
18 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Di Depan Anies dan Hary Tanoe, Ini Pesan Kapolri Jelang Pemilu 2024

Di Depan Anies dan Hary Tanoe, Ini Pesan Kapolri Jelang Pemilu 2024
Anies Baswedan, Japto dan kapolri Listyo. (Foto; Tempo)
Sabtu, 01 Oktober 2022 19:44 WIB

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyinggung soal penggunaan politik identitas dalam Pemilu 2024 mendatang. Kapolri berharap, siapa pun capresnya, harus menjaga persatuan bangsa.

Hal itu disampaikan Sigit dalam acara peresmian Kantor Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila (PP) di Jalan Teuku Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/10). Hadir sejumlah pejabat seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo.

Sigit menyatakan kesempatan bertemu ini menjadi momen baginya untuk mengingatkan para tokoh politik jelang ajang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. "Jadi ini kesempatan saya bisa untuk mengingatkan mohon maaf ada Pak Anies, ada rekan-rekan yang sebentar lagi masuk di dalam tahun politik," kata Listyo.

Listyo menarik mundur ke belakang, tepatnya pada Pemilu 2019. Menurut Listyo, pada saat itu semua pihak larut dalam kondisi pemenangan calonnya masing-masing. Bahkan, kata dia cara-cara tidak baik seperti politik identitas pun dilakukan.

"Kemudian kita menggunakan cara-cara yang, kita rasakan ini sampai saat ini, menjadi salah satu sumber perpecahan. Memanfaatkan politik-politik identitas," jelas Listyo.

Listyo pun berpesan agar ajang cara-cara serupa tak terulang di kontestasi politik 2024 mendatang. Terlebih isu polarisasi yang dapat menimbulkan perpecahan bangsa. Listyo ingin calon presiden (capres) 2024 nanti untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

"Saya mengingatkan bahwa yang namanya persatuan dan kesatuan adalah sila ketiga dari Pancasila ketika kita bicara politik bangsa maka politik yang harus kita sampaikan kepada masyarakat adalah politik dan ideologi pancasila jadi itu saya pesankan," kata dia.

"Sehingga apa dengan demikian kita bisa menghindari perpecahan. Kita bisa menghindari terjadinya polarisasi karena ke depan yang kita butuhkan adalah persatuan dan kesatuan," lanjut Listyo.

Pada kesempatan ini hadir pula Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo (Bamsoet), Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainudin Amali, dan Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww