Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
14 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
18 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
13 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
19 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Olympic

Jokowi Tak Soroti Gas Air Mata di Kanjuruhan, Komisi III DPR: Kurang Bijaksana

Jokowi Tak Soroti Gas Air Mata di Kanjuruhan, Komisi III DPR: Kurang Bijaksana
Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Kanjuruhan. (Foto: Setkab)
Kamis, 06 Oktober 2022 15:32 WIB

JAKARTA - Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat mengunjungi stadion Kanjuruhan Malang, disayangkan sejumlah pihak. Pasalnya, kepala negara tidak menyoroti perihal penggunaan gas air mata yang disebut-sebut sebagai pemicu kerusuhan hingga timbul korban jiwa.

"Betul (tidak menyoal penggunaan gas air mata). Kurang bijaksana," kata Anggota Komisi III DPR RI fraksi Demokrat, Santoso kepada wartawan, Kamis (6/10).

Menurut Santoso, seharusnya aparat keamanan tidak menggunakan gas air mata di dalam stadion. Merujuk tragedi Kanjuruhan, ia pun meminta penggunaan gas air mata tidak digunakan lagi dalam menjamin keamanan pertandingan sepak bola. "Jangan ada lagi gas air mata yang dibeli dari pajak yang rakyat bayarkan digunakan untuk 'membunuh' rakyat,” tegas politisi Demokrat ini.

Santoso juga berharap pemerintah tegas memberikan teguran berupa hukuman kepada aparat Polri yang lalai hingga menyebabkan tewasnya penonton di stadion Kanjuruhan. "Berikan teguran hukuman kepada anggota Polri yang lalai menyebabkan tewasnya penonton. (Ini) momentum Polri melakukan perbaikan dalam penanganan massa jangan lagi bersifat refresif harus mengutamakan soft power," cetusnya.

Di sisi lain, Santoso meminta pemerintah dan stakeholder terkait untuk memberikan bantuan terhadap para korban dan keluarga korban. "Keluarga korban harus mendapatkan keadilan berupa; santunan, beasiswa kepada anak-anaknya yang bapaknya meninggal dunia,” tandasnya.

Presiden Joko Widodo melakukan peninjauan langsung ke Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Peninjuan ini, untuk mendapatkan gambaran Tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan 131 orang meninggal usai laga Arema Vs Persebaya pada Sabtu malam (1/10/2022).

Pada kunjungan ke Stadion Kanjuruhan ini, Jokowi juga melihat langsung titik-titik di mana penumpukan massa terjadi. Katanya, permasalahan yang terjadi adalah pintu keluar yang dikunci dan kepanikan penonton menjadi sebab banyaknya jatuhnya korban saat kejadian.

"Itu nanti tim gabungan yang harus melihat secara detail, tetapi sebagai gambaran tadi, saya lihat itu problemnya ada di pintu yang terkunci dan juga tangga terlalu curam, ditambah kepanikan," kata Jokowi.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Non Olympic, Sepakbola, DKI Jakarta
wwwwww