Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
12 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
11 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
6 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
6 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
6 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
5 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Home  /  Berita  /  Olympic

Meski Dibantah Manajemen, Ustaz Yusuf Mansur Tak Malu dan Masih Ngotot Ngaku Komisaris Grab

Meski Dibantah Manajemen, Ustaz Yusuf Mansur Tak Malu dan Masih Ngotot Ngaku Komisaris Grab
Ustaz Yusuf Mansur. (Foto: Detik.com)
Sabtu, 08 Oktober 2022 17:05 WIB

JAKARTA - Ustaz Yusuf Mansur masih ngotot menyebut dirinya bagian dari komisaris Grab. Padahal diberitakan di sejumlah media, pihak Grab menyebut kalau Ustaz Yusuf Mansur tidak pernah terdaftar menjadi komisaris Grab Indonesia.

Ustaz Yusuf Mansur mengunggah pernyataan tersebut di akun media sosial pribadinya pada 8 Oktober 2022, dengan bunyi judul "Sudah dibantah Grab, Yusuf Mansur Ngotot Pernah Jadi Komisaris."

"Ustadz Yusuf Mansur tidak pernah terdaftar menjadi Dewan Komisaris GrabHoldings Limited, Head, Corporate and PolicyCommunications Grab Indonesia, Dewi Nuraini."

Meskipun sudah dikonfirmasi Grab, ia tetap beralasan bahwa hal itu hanyalah sebuah penjelasan kalau pada masa itu, dirinya memang lagi berhubungan dekat dengan perusahaan penyedia layanan transportasi tersebut.

"Saya ga ngotot. Saya cuma menjelaskan kronologis. Dulu malah ada kontraknya. Pas jadi kontrak, jadinya Advisor. Dan masa itu, 2018, masa dekat-dekatnya saya dengan Grab, yang di bawah kepemimpinan Mr. Jason, Mr. Joel, Pak Ongki dan Pak Rizqi. Bila saya ngaku2, ya masalah lah saya," tulis Yusuf Mansur dalam keterangan unggahannya.

Yusuf Mansur merasa video yang viral tersebut adalah ulah dari pihak-pihak yang sengaja mengulik-ngulik ceramah lama, lalu memotong dan menyebarkannya. "Dan ini sebenernya akibat "baik" dari mereka-meraka yang terus menerus membongkar tausiah lama, dan motong-motong. Alhamdulillaah," lanjutnya.

Yusuf Mansur juga mengatakan kalau dirinya sangat berpengaruh dan selalu menjadi sorotan publik. Ia bahkan ingat betul momen dirinya bergabung dengan pihak Grab. "Dulu, kebiasaan saya, sampe skrg, hehehe, apa aja, jadi konsumsi publik. Baik dalam ceramah dan socmed. Jadi saat berproses ditawar sebaga komisaris, saya ya Isg cerita.Akhirnya, jadi advisor. Resmi. Saya inget koq, diacarakan segala. Saya dipakaikan jaket, dan keliling bbrp kota," kata Yusuf Mansur.

Selanjutnya, Yusuf Mansur menitip salam kepada para petinggi Grab dalam caption unggahannya. "Salam sama Mr. Jason, Mr. Joel,, Pak Ongki, Pak Rizqi. Pimpinan2 saat itu. Ada Pak Albert dan Pak Agung juga dari Kudo," ujarnya.

Terkait perwakilan Grab, Dewi Nuraeni, yang menyatakan bahwa Yusuf Mansur bukan bagian dari Dewan Komisaris. Ustaz kondang tersebut justru tidak kenal dengan wanita yang menjabat sebagai Head Corporate and Policy Communications Grab Indonesia itu.

"Saya malah belum kenal dg Mbak Dewi Nuraeni saat itu. Berkas kontrak, dulu sama Pak Hari almarhum. Tapi saya teramat yakin, Grab, megang salinannya. Atau malah aslinya.Saya ga minta juga koq. Saya ditawari," katanya.

"Sampe skrg, komunikasi saya dengan beliau2, masih ada. InsyaaAllah. Bahkan saat itu ada Pak Jon, Ovo. Di Grab," jelasnya.

Terakhir, Ustaz Yusuf Mansur meminta maaf atas video yang menjadi viral tersebut. "Maafin Yusuf Mansur, dan maafin yang motong2 video itu. Selalu," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, DKI Jakarta
wwwwww