Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
15 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
7 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
5
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
8 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
6
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
14 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Home  /  Berita  /  Olympic

Misteri Sosok Penjual Dawet Tekuak, Pelaku Minta Maaf Datangi Korban Tragedi Kanjuruhan

Misteri Sosok Penjual Dawet Tekuak, Pelaku Minta Maaf Datangi Korban Tragedi Kanjuruhan
Pemilik suara penjual dawet saat meminta maaf ke keluarga korban. (Foto tangkap layar Twitter)
Rabu, 12 Oktober 2022 15:50 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Viral rekaman suara yang menyebutkan jika banyak korban tewas di pintu 3 Stadion Kanjuruhan berbau alkohol, tidaklah terbukti. Hal tersebut diungkapkan akun TikTok @ummu abidzakaria.

Ia mengungkapkan di dalam kolom komentar akun TikTok El Natar, bahwa tak ada penjual dawet di pintu 3 Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, yang ada adalah sebuah toko mebel.

Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan suara perempuan itu akan dicatat dan disaring oleh Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan. "Nanti diinventarisasi dan disaring dulu," kata Mahfud, Selasa (11/10/2022).

Mahfud, yang juga Ketua TGIPF Tragedi Kanjuruhan, menuturkan ada dua kemungkinan beredarnya suara bakul dawet itu. Dia menyebut kemungkinan pertama suara tersebut benar kesaksian perempuan penjual dawet, sedangkan kemungkinan kedua adalah setting-an. "Karena itu hanya suara, maka bisa saja penjual dawet itu benar, bisa juga hanya setting-an," ujarnya.

Untuk itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menyampaikan pihaknya akan melihat bukti-bukti pendukung mencari tahu kebenaran suara tersebut. "Akan dilihat dulu bukti-bukti pendukungnya," imbuhnya.

Suporter Aremania pun digegerkan dengan viralnya video yang diduga pelaku (pembuat suara) yang mengaku penjual dawet di Kanjuruhan. Dalam video tersebut, nampak seorang perempuan berhijab sedang meminta maaf ke keluarga korban.

"Masih ingat rekaman suara yang viral memberikan kesaksian terkait tragedi di kanjuruhan dan mengaku sebagai penjual dawet? Berikut video yang bersangkutan meminta maaf ke salah satu keluarga korban yaitu mas Nawi Curva Nord. Penjual dawet PNS ya?," bunyi caption Video yang diunggah akun AREMANIA CULTURE @AremaniaCulture, Rabu (12/10/2022).

Sontak postingan tersebut dibanjiri komentar netizen dan ratusan orang sudah membagikannya di akun twitter. "Rekamannya viral mengaku penjual dawet di Gate 3 Kanjuruhan. Dalam pengakuannya menyebut bahwa Aremania mengeroyok polisi & memakai miras serta narkoba. Setelah ditelusuri penjual dawet tersebut tak pernah ada. Sampai H+9 ketahuan datanya kemudian rumahnya dijaga ketat polisi. Kabarnya yang bersangkutan adalah PNS & salah satu anggota partai. Inisialnya Ibu SF Bro & Sist," ujar AremaniaCulture.

"Jika inisial dan partainya, sepertinya ini," tulias Zombie_9Q yang mengunggah poster Wakil Ketua DPD PSI Malang, Suprapti Fauzi.

Untuk diketahui, cerita soal penjual dawet itu viral di media sosial sekitar dua hari setelah Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022. Peristiwa setelah pertandingan sepakbola Arema FC versus Persebaya itu menewaskan 131 orang setelah gas air mata ditembakkan.

Ternyata Komnas HAM juga ikut mencari keberadaan penjual dawet itu. Namun sampai saat ini keberadaan perempuan penjual dawet dalam suara yang beredar itu belum ditemukan. "Kami juga mencari dan nggak ketemu," kata komisioner Komnas HAM Choirul Anam, Senin (10/10).

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menjelaskan polisi sedang mendalami informasi soal penjual dawet itu. "Ya, sedang dialami oleh tim sidik," kata Dedi kepada detikcom, Sabtu (8/10).

Dedi menyebut pihaknya juga mengusut peristiwa ini dengan mengecek rekaman CCTV di pintu 3 yang disebut-sebut dalam rekaman suara viral itu. CCTV itu bakal dianalisis oleh Tim Labfor Polri dan penyidik. "Pintu 3 termasuk CCTV-nya yang dianalisis oleh tim Labfor, Inafis, dan penyidik," katanya.

Dedi lalu menyampaikan ditemukan puluhan botol minuman yang diduga berisi minuman keras (miras) berdasarkan hasil penyisiran di area Stadion Kanjuruhan. Sementara itu, di area tribun, lanjutnya, ditemukan botol-botol bekas minuman. Temuan itu kini dibawa ke Laboratorium Forensik (Labfor).***

wwwwww