Minta Maaf ke Korban, Penjual Dawet Palsu Mengaku Bohong atas Tragedi Kanjuruhan
![]() |
| Pemilik suara penjual dawet saat meminta maaf ke keluarga korban. (Foto tangkap layar Twitter) |
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pada peristiwa Tragedi Kanjuruhan lalu viral rekaman suara penjual dawet yang mengaku menjadi saksi kericuhan pasca laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, 1 Oktober 2022.
Diketahui penjual dawet yang rekaman suaranya viral karena mengaku melihat langsung situasi chaos di Pintu 3 Stadion Kanjuruhan itu bernama Suprapti. Rekaman suara itu menuai kontroversi terutama bagi Aremania yang menjadi korban Tragedi Kanjuruhan.
Rekaman tersebut menjadi viral karena sehari pasca insiden Tragedi Kanjuruhan rekaman suara yang berisi penyebab dugaan kematian korban Tragedi Kanjuruhan bukan karen gas air mata. Melainkan suporter yang berdesak-desakan keluar stadion dan juga adanya tindakan kekerasan terhadap aparat keamanan.
Tidak hanya itu, dalam rekaman suara yang disebar melalui aplikasi WhatsApp, penjual dawet itu menduga banyak oknum suporter yang mengonsumsi minuman keras dan narkoba sebagai biang kericuhan.
Belakangan diketahui sosok penjual dawet bernama Suprapti itu telah meminta maaf kepada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. "Saya Suprapti memohon maaf karena berhubung dengan voice note yang beredar kemarin, saya tidak ada tujuan apapun untuk menjelekan nama almarhum," ucap wanita tersebut dalam sebuah video yang beredar di media sosial.
Video permintaan maaf sosok penjual dawet yang viral itu diunggah akun Twitter, @AremaniaCulture, Rabu, 12 Oktober 2022. Nampak dalam video tersebut sosok penjual dawet mengatakan tidak ada maksud tertentu atau upaya settingan dalam peristiwa Tragedi Kanjuruhan. Pihaknya meminta maaf kepada keluarga korban karena tindakannya melukai perasaan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.
Suporter Aremania pun digegerkan dengan viralnya video yang diduga pelaku (pembuat suara) yang mengaku penjual dawet di Kanjuruhan. Dalam video tersebut, nampak seorang perempuan berhijab sedang meminta maaf ke keluarga korban.
"Masih ingat rekaman suara yang viral memberikan kesaksian terkait tragedi di kanjuruhan dan mengaku sebagai penjual dawet? Berikut video yang bersangkutan meminta maaf ke salah satu keluarga korban yaitu mas Nawi Curva Nord. Penjual dawet PNS ya?," bunyi caption Video yang diunggah akun AREMANIA CULTURE @AremaniaCulture, Rabu (12/10/2022).
Sontak postingan tersebut dibanjiri komentar netizen dan ratusan orang sudah membagikannya di akun twitter. "Rekamannya viral mengaku penjual dawet di Gate 3 Kanjuruhan. Dalam pengakuannya menyebut bahwa Aremania mengeroyok polisi & memakai miras serta narkoba. Setelah ditelusuri penjual dawet tersebut tak pernah ada. Sampai H+9 ketahuan datanya kemudian rumahnya dijaga ketat polisi. Kabarnya yang bersangkutan adalah PNS & salah satu anggota partai. Inisialnya Ibu SF Bro & Sist," ujar AremaniaCulture.
"Jika inisial dan partainya, sepertinya ini," tulias Zombie_9Q yang mengunggah poster Wakil Ketua DPD PSI Malang, Suprapti Fauzi.
Untuk diketahui, cerita soal penjual dawet itu viral di media sosial sekitar dua hari setelah Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022. Peristiwa setelah pertandingan sepakbola Arema FC versus Persebaya itu menewaskan 131 orang setelah gas air mata ditembakkan.
Ternyata Komnas HAM juga ikut mencari keberadaan penjual dawet itu. Namun sampai saat ini keberadaan perempuan penjual dawet dalam suara yang beredar itu belum ditemukan. "Kami juga mencari dan nggak ketemu," kata komisioner Komnas HAM Choirul Anam, Senin (10/10).
Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menjelaskan polisi sedang mendalami informasi soal penjual dawet itu. "Ya, sedang dialami oleh tim sidik," kata Dedi kepada detikcom, Sabtu (8/10).
Dedi menyebut pihaknya juga mengusut peristiwa ini dengan mengecek rekaman CCTV di pintu 3 yang disebut-sebut dalam rekaman suara viral itu. CCTV itu bakal dianalisis oleh Tim Labfor Polri dan penyidik. "Pintu 3 termasuk CCTV-nya yang dianalisis oleh tim Labfor, Inafis, dan penyidik," katanya.
Dedi lalu menyampaikan ditemukan puluhan botol minuman yang diduga berisi minuman keras (miras) berdasarkan hasil penyisiran di area Stadion Kanjuruhan. Sementara itu, di area tribun, lanjutnya, ditemukan botol-botol bekas minuman. Temuan itu kini dibawa ke Laboratorium Forensik (Labfor).***
| Kategori | : | Olympic, Beladiri, Non Olympic, Sepakbola, DKI Jakarta |













