Minta Maaf ke Keluarga Korban, Benarkah Penjual Dawet Palsu Kanjuruhan Kader Partai?
![]() |
| Pintu 13 Stadion Kanjuruhan. (Foto: Istimewa) |
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Publik Malang dihebohkan dengan kemunculan sebuah video yang diunggah oleh akun Twitter @AremaniaCulture. Dalam unggahannya itu dinyatakan, wanita dalam video tersebut berinisial SF yang diduga sebagai sosok penjual dawet yang beberapa waktu lalu sempat viral pasca tragedi Kanjuruhan.
Wanita tersebut menyampaikan permohonan maaf kepada salah satu keluarga korban, yakni Iwan Junaedi atau yang lebih dikenal dengan Sam Nawi Curva Nord. Dalam video itu, sang wanita menyampaikan permohonan maaf atas apa yang sudah ia lakukan. Menurutnya, ia tidak memiliki maksud apapun atas beredarnya rekaman tersebut.
"Saya tidak ada niat apapun untuk menjelekkan nama almarhum. Saya lillahitaala memohon dengan sangat tolong maafkan saya. Saya juga tidak ada maksud untuk menjelekkan siapapun di sini," ucap perempuan tersebut.
Ia juga menyatakan bahwa tidak ada settingan apapun atas peristiwa yang terjadi. Ia kemudian bersimpuh memegang tangan istri Sam Nawi Curva Nord sambil menangis menyampaikan berulang kali menyatakan permohonan maaf. "Saya juga bukan suruhan siapa-siapa," imbuhnya.
Tak hanya itu saja, wanita itu terus saja menangis dan kemudian coba ditenangkan oleh istri Sam Nawi. Ia juga terus mengulang ucapan permohonan maaf kepada istri almarhum sambil sesekali menyesali apa yang sudah ia lakukan. "Demi Allah saya tidak ada niat buruk. Saya menyesal," pungkasnya.
Hingga saat ini belum ada konfirmasi tentang siapa sosok perempuan tersebut. Beberapa komentar juga melampirkan foto seorang politikus dari sebuah partai yang diduga sebagai sosok tersebut. Namun diduga seorang politisi.
Menurut akun @aremaniaculture, sembilan hari setelah tragedi data dari perempuan yang mengaku penjual dawet itu tersebar. Hal ini yang kemudian membuat rumahya dijaga ketat oleh pihak kepolisian. "Inisialnya [nama] Ibu SF, ternyata bukan PNS tapi wakil rakyat," tulisnya.
Unggahan tersebut sontak mengundang kemarahan dari warganet di mana seorang wakil rakyar bisa membauat tragedi kematian semakin gaduh. "Kesaksian palsu pantes masuk penjara. Kalau enggak bisa masuk penjara minimal masuk neraka," komentar warganet.
"Oh wow, kita tahu itu hoaks. Tapi tak pernah menduga akan bisa terkuak dengan gamblang, blatant, membagongkan seperti ini," imbuh warganet lain.
"Mau minta ini diusut tuntas, tapi minta ke siapa?" tambah lainnya.
"Sebelum jadi wakil rakyat emang dulunya jualan dawet ya bu? cocok mukanya emang sih," tulis warganet di kolom komentar.
"Ini yang kader PSI itu enggak sih," timpal lainnya.
"Pelaku pembuat Voice Note penjual dawet palsu ternyata berstatus wakil rakyat dari partai politik. Sungguh membagongkan ngapain wakil rakyat sampai terlibat membuat rekayasa fakta. Apa kepentingannya?" balas warganet.***
| Kategori | : | Olympic, Non Olympic, Sepakbola, DKI Jakarta |













