Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
9 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
7 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
7 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
5
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
8 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
6
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
11 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Home  /  Berita  /  Voli

Peringatan HSP ke-94 Diharapkan Jadi Momentum Semangat dan Merawat NKRI

Peringatan HSP ke-94 Diharapkan Jadi Momentum Semangat dan Merawat NKRI
Menpora Amali. (Foto: Humas Kemenpora)
Rabu, 12 Oktober 2022 17:30 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali berharap peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-94 pada 28 Oktober 2022 mendatang tak sekadar peringatan serimonial. Menpora asal Partai Golkar ini berharap acara tersebut dijadikan momentum untuk menumbuhkan semangat dan merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Peringatan HSP ini adalah peristiwa yang tidak boleh kita lupakan, apa yang terkandung di dalamnya, menurut saya tidak sekedar seremonial dari tahun ke tahun. Makna dari Peringatan HSP adalah mengingatkan kembali jangan pernah lelah merawat NKRI," kata Menpora Amali saat wawancara bersama VOI.ID di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (11/10/2022).

Menurut Menpora Amali, momentum HSP ke-94, dilaksanakan di tengah situasi bangsa yang baru terlepas dari pandemi. Kemudian situasi ekonomi global yang tak menentu dan tidak kepastian yang luar biasa.

"Yang paling utama adalah mengingatkan kita semua khususnya anak muda, bahwa jika tidak ada kejadian 28 Oktober 1928 mungkin kita tidak seperti sekarang, itu harus selalu kita ingatkan," tutur Menpora Amali.

"Dengan tekad bersatu saat itu maka jadilah Proklamasi 17 Agustus 1945. Untuk anak-anak muda karena mungkin mereka tidak mengalami kemudian dengan suasana yang ada sekarang, tugas kita mengingatkan untuk tidak boleh lelah menjaga kebhinekaan kita karena kita berasal dari latar belakang yang sangat beragam," pinta Menpora Amali.

"Contohnya, di negara yang mungkin bahasanya hanya satu, sukunya tidak banyak tetapi sampai saat ini masih bertikai, masih berperang (Uni Soviet dan Yugoslavia). Itu yang harus kita ingatkan dan selalu kita beri pemahaman kepada anak-anak kita kaum milenial, Gen Z," urai Menpora Amali menambahkan.

Menpora Amali berharap momentum HSP ini diisi dengan sesuatu yang sesuai dengan kekinian. Bukan caranya yang diharapkan tetapi semangatnya.

"Jika dikaitkan dengan suporter maka juga relevan. Karena itu adalah suporter dari klub Indonesia, saudara kita sebangsa setanah air. Harusnya kita tidak boleh bermusuhan gara-gara pilihan dan dukungan kepada klub, urusan itu hanya berlangsung 90 menit tidak perlu harus diperpanjang," papar Menpora tegas.

"Jadi, semangat Sumpah Pemuda, semangat kebhinekaan kita, dan semangat persatuan kita harusnya menjadi inspirasi sebagai anak-anak muda kita yang menjadi suporter. Jadi tidak ada lagi musuh, tidak boleh menjadikan lawan pendukung klub yang menjadi lawan klub kita itu juga menjadi musuh kita," ujarnya.

"Mudah-mudahan momentum HSP ini kita jadikan juga untuk mempersatukan anak-anak muda yang menjadi suporter fanatik dari masing-masing klub. Tujuannya adalah menjadi satu negara yang makmur, aman, tertib, damai dan sentosa," urai Menoira Amali menambahkan lagi.

"Kita harus bersyukur kita berada dalam satu kesatuan yang utuh walaupun dengan latar belakang yang berbeda dan ini harus terus dirawat. Makna dari Peringatan HSP adalah mengingatkan kembali jangan pernah lelah merawat NKRI. Maka hentikan semua perbedaan jika sedang ada kegiatan setelah itu sudah, stop jangan diterus-teruskan (permusuhan)," pungkas Menpora Amali. ***

wwwwww