Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
22 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
18 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
19 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
14 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
14 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
14 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Asian Youth Chess Championship 2022

FM Aditya Bagus Arfan Raih Medali Perak

FM Aditya Bagus Arfan Raih Medali Perak
Pecatur Indonesia, FM Aditya Bagus Arfan. (FotoL PB Percasi)
Kamis, 20 Oktober 2022 23:38 WIB
Penulis: Azhari Nasution
KUTA - Pecatur Indonesia FM Aditya Bagus Arfan (rating 2341) hanya meraih medalio perak pada nomor catur klasik Asian Youth Chess Championship yang berlangsung di Hotel Grand Inna, Kuta, Bali, 14-21 Oktober 2022.

Nomor catur klasik (catur standar) yang paling bergengsi karena waktu pikirnya panjang (90 menit plus 30 detik per langkah) sendiri baru berakhir Kamis (20/10/2022) siang.
Namun demikian, walau cuma dapat medali semata wayang pada nomor perorangan, masyarakat catur Indonesia tetap harus berbangga karena Adit masih berusia 16 tahun, tepatnya pada 31 Oktober 2022.

Dia main di KU18 karena bertekad langsung meraih gelar IM (International Master) jika berhasil keluar sebagai juara. Sayang dia tertinggal satu angka dari pecatur Vietnam FM Dao Minh Nhat (rating 2331) yang keluar sebagai juara dengan merebut 7 angka dari 9 babak. Dao tidak terkalahkan mencetak lima kemenangan dan empat kali remis.

Sementara Aditya Bagus Arfan meraih 6 angka hasil dari empat kali menang, empat kali remis dan sekali kalah. Satu-satunya kekalahan Adit itu diderita dari Dao pada babak keenam.

Indonesia sebetulnya juga mengharapkan adanya medali dari nomor catur klasik KU18 putri atas nama Laysa Latifah (rating 2036) yang sempat ikut pelatnas catur Sea Games 2021 tapi tersisih saat menjelang keberangkatan.

Laysa berakhir di peringkat empat walau poinnya sama 6 angka dengan peringkat tiga WIM Zeinep Sultanbek (rating 1843) dari Kazakhstan. Tapi Laysa kalah tie-break yang dihitung berdasarkan banyaknya partai menang. Laysa enam poinnya hasil dari lima kali menang, dua kali remis dan dua kali kalah. Sementara Zeinep hasil dari enam kali menang dan tiga kali kalah.

Medali emas dan perak G18 ini direbut dua pecatur Vietnam, WFM Nguyen Thien Ngan (1947) dan WFM Vu Bui Thi Thanh Van (1850) yang sama-sama meraih 6,5 poin.
Indonesia mendapat tambahan medali catur klasik lainnya dari nomor beregu yang dihitung berdasarkan jumlah poin tertinggi tiga pecaturnya pada setiap kelompok umurnya tersebut. Yaitu empat medali perak dan tiga medali perunggu.

Empat medali perak masing-masing dari beregu di KU18 putra atas nama FM Aditya Bagus Arfan, Cahaya Satria Duta, dan Raden Syafiuddin; nomor KU18 putri atas nama Laysa Latifah, WCM Paulina Theodora Walukow, dan Natalie Cecilia Liuviann; KU 16 putra atas nama Tri Laksa Bagus Karunia, Nayaka Budhidharma, dan Nathanael Dieudonne Simanihuruk; KU16 putri atas nama Adeeba Izzah Mumtaztaqiya Ulayya, Joane Nungki Cherishta, dan Armenia Zendy Purwanto.

Tiga medali perunggu masing-masing dari beregu KU14 putra atas nama Andreas Tio Parulian Tampubolon, Claudio Vargues Vasco Lasama, dan Morado Simanjuntak; KU 12 putra atas nama As Syahsyah Syakish Thirof, Steven Tan, dan Darren Emmanuel Aprilio Tan; KU 12 putri atas nama Almugniasari Fatonah, Kenya Kesuma Dewi, dan Zilla Altofun Nisa. ***

Kategori:Non Olympic, Bali
wwwwww