Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
15 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
16 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
12 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
11 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
21 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Home  /  Berita  /  Olympic

Masuk Golkar, Wanda Hamidah Kecewa dengan NasDem & Anies Baswedan?

Masuk Golkar, Wanda Hamidah Kecewa dengan NasDem & Anies Baswedan?
Wanda Hamidah masuk Golkar. (Foto: Istimewa)
Kamis, 20 Oktober 2022 14:39 WIB

JAKARTA - Aktris sekaligus mantan anggota DPR Wanda Hamidah resmi menjadi kader Partai Golkar. Pengukuhan Wanda sebagai kader Golkar dilakukan tepat saat rangkaian perayaan HUT Partai Golkar ke-58.

Wanda sebelumnya tercatat pernah menjadi kader Partai NasDem. Dia diduga hengkang dari NasDem buntut dari rangkaian permasalahan eksekusi paksa rumah keluarganya. Atas kasus tersebut, dia sempat melayangkan tudingan zalim kepada Anies Baswedan yang saat itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dan calon presiden yang diusung NasDem.

"Tapi ya itulah seperti yang tersirat kurang lebih. Kenapa itu terjadi teman-teman, silakan baca seperti apa. Kira-kira mungkin seperti itu deh ya," kata Wanda, saat diwawancarai di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (20/10/2022).

Bahkan dia mengakui saat dirinya merasa terzolimi anggota legislatif dan eksekutif tidak ada yang membantu dalam kasus tersebut. "Ketika dalam keadaan dizolimi, apa ada sahabat-sahabat legislatif dan eksekutif yang membantu," ungkapnya.

Oleh karena itu, dirinya memilih bergabung dengan Partai Golkar dan berharap bisa menjadi pelabuhan terakhirnya dalam berpolitik. "Saya berikhtiar politik dengan mempertimbangkan satu persatu partai yang ada di Indonesia rasanya saat ini Golkar merupakan partai yang tepat, buat wadah yang tepat buat saya untuk berjuang dan berkarya," ucapnya.

Dia pun menilai, Partai Golkar merupakan corong bagi masyarakat yang tidak berkuasa untuk menyuarakan rakyat, terlebih seperti dirinya yang merasa terzolimi. "Parpol itu melahirkan para wakil rakyat, semoga benar-benar menjadi corong rakyat, corong masyarakat, corong mereka yang enggak bisa bersuara karena mereka enggak mempunyai kekuasaan. Dan harus diingat kekuasaan itu datangnya dari mereka dari rakyat dan selalu memperjuangkan kepentingan rakyat di atas kepentingan yang lain," imbuhnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww