Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
16 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
13 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
17 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
4
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
9 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
5
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
11 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
11 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Olympic

Habiskan Rp9 Triliun, Ridwan Kamil Sebut LRT Palembang Proyek Gagal Jokowi

Habiskan Rp9 Triliun, Ridwan Kamil Sebut LRT Palembang Proyek Gagal Jokowi
Rangkaian Light Rail Transit (LRT) melintas di kawasan Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (30/3/2021). (ANTARA)
Sabtu, 22 Oktober 2022 14:30 WIB

JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil secara blak-blakan mengatakan pembangunan light rail transit atau LRT Palembang adalah proyek gagal era Jokowi, karena salah dalam perencanaan.

LRT tersebut juga diklaim hanya menjadi fasilitas pendukung dalam agenda Asian Games 2018. Dia melihat adanya kegagalan dalam mengambil keputusan dalam pembangunan transportasi massal itu.

"Saya kasih tau kegagalan decision Rp9 triliun itu LRT Palembang. Decision based-nya political decision, not planning decision. Ini karena mau ada Asian Games, harus ada koneksi dari Palembang ke Jakabaring," kata Ridwan Kamil di Fablab Correctio Jababeka, Cikarang, Jumat (21/10/2022).

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan dia sempat mengkritik pembangunan LRT yang disebutnya belum dibutuhkan untuk masyarakat di sana. Namun, opininya kalah dengan kepentingan politik untuk menyukseskan event Asian Games yang amat kuat. "Nah, sekarang apa yang terjadi? Nggak ada penumpangnya, itu Rp9 triliun," ujarnya.

Sebelumnya, salah satu pengembang di koridor timur Jakarta meminta restu untuk menambah moda transportasi MRT (mass rapid transit) yang dapat menyambungkan dengan kawasan DKI Jakarta.

Terkait hal itu, Kang Emil menekankan perlunya pertimbangan dan kepastian akan seberapa besar potensi penumpang di kawasan tersebut. Alih-alih MRT, dia lebih menawarkan untuk penggunaan busway. "Kok Jakarta berhasil? Ya dia padat kok [populasi]. Makanya yang paling realistis hari ini ada koneksi aja ke Cikarang kan, kereta lebih banyak atau ditarik lagi ke daerah lain. Saya bisa bantu bikinin stasiun," ungkapnya.

Jika memang angkutan massal MRT dibutuhkan, Kang Emil meminta 21 pengembang di kawasan Cikarang untuk berkumpul dan membuat kajian detail terkait kesiapan populasi. "Tentukan rutenya mau mulai dari mana, kan MRT bukan interregion. MRT itu 1 triliun per kilometer. Kalau 22 km mungkin pemerintah daerah nggak akan kuat. Semua pembangunan MRT itu pun biaya federal pemerintah pusat," terangnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww