Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
10 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
12 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
7 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
13 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
6
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Metropolitan
12 jam yang lalu
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Home  /  Berita  /  Olympic

Produk Pelurus Rambut Diklaim Picu Kanker Rahim, L'Oreal Digugat

Produk Pelurus Rambut Diklaim Picu Kanker Rahim, LOreal Digugat
Ilustrasi Iklan L'Oreal. (Foto: Istimewa)
Rabu, 26 Oktober 2022 13:17 WIB

JAKARTA - Perusahaan kosmetik L'Oréal digugat lantaran pelurus rambutnya diklaim memicu kanker rahim. Seorang wanita berusia 32 tahun asal Missouri menyebut jika kanker rahim yang menyerang dirinya diakibatkan penggunaan pelurus rambut L'Oréal yang digunakan dalam jangka panjang.

Pengacara wanita tersebut, mengutarakan paparan ftalat dan bahan kimia dalam produk L'Oréal adalah pemicunya. Wanita bernama Jennifer Mitchell itu didiagnosis kanker rahim 2018 silam, setelah menggunakan produk pelurus rambut L'Oréal sejak tahun 2000.

Dia meminta L'Oreal membayar ganti rugi berupa uang yang tidak ditentukan dan membayar perawatan medis dirinya. Diandra Debrosse Zimmermann, seorang pengacara untuk Mitchell, mengatakan perusahaannya sudah memiliki klien lain dengan keluhan serupa.

Menurutnya, akan berdatangan lebih banyak tuntutan kepada L'Oréal terkait risiko kanker rahim tersebut. "Banyak wanita akan maju dalam beberapa minggu dan bulan mendatang untuk meminta pertanggungjawaban," sebutnya, dikutip dari Reuters, Rabu (26/10/2022).

L'Oréal hingga kini belum memberikan respons terkait gugatan tersebut. Kanker rahim adalah kanker ginekologi paling umum di Amerika Serikat, menurut data pemerintah federal, terutama di kalangan wanita kulit hitam. Peneliti NIEHS Che-Jung Chang mengatakan pekan lalu bahwa studi baru yang belum lama ini dirilis, terkait keterkaitan kanker rahim dengan pelurus rambut, bisa sangat relevan terhadap kasus tersebut.

Terlebih, wanita kulit hitam cenderung sering menggunakan pelurus rambut di usia lebih dini daripada orang-orang dari ras lain.

Mitchell, yang berkulit hitam, menuduh L'Oreal sengaja memasarkan produk pelurus rambut kepada perempuan dan anak perempuan kulit hitam dan gagal memperingatkan risiko, meskipun mengetahui setidaknya sejak 2015, produk tersebut mengandung bahan kimia yang berpotensi berbahaya.

"Perusahaan mendapatkan keuntungan secara signifikan dari perilaku tidak etis dan ilegal yang menyebabkan penggugat membeli dan terbiasa menggunakan produk yang berbahaya dan cacat," kata gugatan itu.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww