Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
15 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
16 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
12 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
10 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
9 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
10 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Olympic

Tingkatkan Peran Ulama dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia, Ini Kesepakatan MUI dan IUMS

Tingkatkan Peran Ulama dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia, Ini Kesepakatan MUI dan IUMS
Silaturahminya ke pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) di kantor pusat, jalan Proklamasi, Jakarta (25/10/2022). (Foto: Is/GoNews)
Rabu, 26 Oktober 2022 12:47 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua Persatuan Ulama Dunia (International Union of Muslim Scholars/IUMS), Salim Segaf al-Jufri mengajak MUI meningkatkan peran mewujudkan perdamaian dunia.

Menurutnya, ulama memiliki peran penting dalam membangun peradaban dunia demi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan masyarakat.
 
"Peran ulama dan tokoh agama sangat penting dalam mewujudkan perdamaian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh dunia," kata Salim Segaf al-Jufri dalam silaturahminya ke pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) di kantor pusat, jalan Proklamasi, Jakarta (25/10/2022). 
 
Delegasi IUMS dipimpin langsung Ketua yang baru Dr. Salim Segaf al-Jufri dan staf khusus M. Syauqi Abdul Azis. Sementara tuan rumah MUI dipimpin Wakil Ketua Umum Dr. KH Anwar Abbas dan Sekjen Dr. Amirsyah Tambunan. 
 
Sebagian pengurus MUI juga mengikuti pertemuan secara daring seperti Dr. KH Cholil Nafis, Dr. Asrorun Ni'am dan Badriyah Fayoumi.
 
Salim Segaf mengungkapkan bahwa ia mendapat amanah sebagai Ketua IUMS melanjutkan tugas Dr. Ahmed Raissouni (ulama asal Maroko) yang mengundurkan diri. IUMS didirikan tahun 2004 dan pertama kali dipimpin oleh ulama asal Mesir, Syekh Dr. Yusuf Qaradhawy yang dikenal moderat.
 
"Saya tidak menyangka akan terpilih dalam musyawarah Majelis Umana IUMS untuk memimpin di masa transisi. Hal ini saya rasakan tidak hanya jadi tanggung-jawab pribadi, tetapi juga tanggung-jawab sebagai anak bangsa Indonesia untuk berkontribusi di kancah global," ujar Salim.
 
Salim memandang tujuan IUMS sejalan dengan konstitusi Republik Indonesia yang antara lain menyatakan: turut serta dalam menjaga ketertiban dan perdamaian dunia berdasarkan prinsip keadilan. "Kita masih menyaksikan terjadinya perang dan konflik di berbagai kawasan. Para ulama dan tokoh agama dapat memberi arahan tentang ajaran agama yang damai dan mendorong kolaborasi antar bangsa-bangsa di dunia, bukan konfrontasi," jelas Salim.
 
Waketum MUI memberi tahniah dan menyatakan sependapat dengan pandangan Ketua IUMS, bahwa sudah saatnya para ulama dan tokoh agama turut berperan menyelesaikan berbagai persoalan dunia. Ada masalah kemiskinan, kebodohan dan perpecahan antar kelompok yang berbeda. "Padahal agama, khususnya Islam mengajarkan untuk hidup mandiri dan sejahtera, serta meningkatkan ilmu pengetahuan. Jika kesejahteraan dan kecerdasan masyarakat meningkat, maka potensi konflik akan berkurang," papar Anwar Abbas yang juga menjabat pengurus pusat Muhammadiyah.
 
MUI adalah suatu contoh organisasi tempat berkumpulnya para ulama dan intelektual dari latar belakang organisasi yang berbeda. Demikian pula IUMS, anggotanya berasal dari 80 negara dengan latar belakang beragam (baik individu maupun organisasi). Namun, semua perbedaan pandangan itu akan dicari titik temu untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi umat. Anwar Abbas menyatakan kagum, karena beberapa pengurus teras MUI saat ini adalah mahasiswa yang pernah dididik Dr. Salim saat mengajar di LIPIA dan UIN Syarif Hidayatullah.
 
Peran ulama untuk memperbaiki kondisi dunia tentu saja memerlukan dukungan dari semua pihak, termasuk dari pihak umara/pemerintah. Untuk itu, kerjasama dengan MUI dan pemerintah Indonesia akan sangat diharapkan. Pekan sebelumnya IUMS telah bersilaturahim dengan Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amien, yang dulu juga pernah menjabat Ketua MUI. Kerjasama bisa dalam bidang fatwa dan kajian fiqih terhadap isu-isu kontemporer, pendidikan dan pelatihan bagi para guru dan dosen, serta pembinaan generasi muda dan kesejahteraan keluarga.
 
Muktamar IUMS tahun 2023 belum diputuskan akan berlangsung di mana, tapi Indonesia siap untuk menjadi tuan rumah sebagaimana saat ini menjadi chairman dari kelompok 20 negara di dunia (G20) dan tuan rumah Forum Majelis Syura Sedunia (negara-negara anggota OKI). ***

wwwwww