Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
11 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
10 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
5 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
5 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
5 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
5 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Home  /  Berita  /  Basket

Jokowi Ajak Pemimpin ASEAN Plus Three Bersatu Hadapi Krisis

Jokowi Ajak Pemimpin ASEAN Plus Three Bersatu Hadapi Krisis
Jokowi saat mengikuti KTT ke-25 ASEAN Plus Three (APT) di Hotel Sokha, Phnom Penh Kamboja, Sabtu (12/11/2022).
Sabtu, 12 November 2022 17:23 WIB

JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengikuti KTT ke-25 ASEAN Plus Three (APT) yang digelar di Hotel Sokha, Phnom Penh Kamboja, Sabtu (12/11/2022). Dia mengajak para pemimpin ASEAN Plus Three bekerja sama untuk menghadapi krisis saat ini.

Adapun KTT APT beranggotakan pemimpin ASEAN. Kemudian ditambah pemimpin Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Jepang, dan Republik Korea. "APT lah yang menyelamatkan kita dari krisis keuangan global 2008. Solidaritas dan kerja sama yang membuat ekonomi kawasan mampu bertahan," kata Jokowi dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Sabtu (12/11/2022).

"Sekarang kita kembali diuji dengan krisis global yang lebih dahsyat. Saya sangat percaya dengan spirit yang sama kita mampu menghadapi krisis saat ini," sambung dia.

Menurut dia, ASEAN Plus Three harus fokus setidaknya terhadap tiga isu. Mulai dari krisis pangan, resesi ekonomi, hingga stabilitas keamanan dan perdamaian kawasan. "Pertama, krisis pangan harus dihindari, mekanisme ketahanan pangan kawasan harus diperkuat, dan cadangan beras darurat APT harus ditingkatkan," jelas Jokowi.

Dia menilai teknologi produksi beras berkelanjutan mutlak diperlukan dan kapasitas produksi juga harus diintegrasikan dengan sistem logistik anggota APT. Hal ini untuk mengamankan rantai pasok dan stabilkan harga beras.

"Kedua, resesi ekonomi kawasan harus dihindari dan stabilisasi keuangan harus dilakukan. Sinergi berbagai perangkat finansial APT harus dijalankan khususnya Chiang Mai Initiative Multilateralisation," tutur Jokowi.

"Ketika ada ancaman krisis finansial, sinergi ini memungkinkan kita untuk peroleh _early warning_ dan dukungan likuiditas," imbuh dia.

Jokowi juga menekankan pentingnya penguatan infrastruktur keuangan nasional melalui koordinasi erat antar lembaga keuangan dan bank sentral, peningkatan mobilisasi 'domestic resources' dan kecermatan menjaga inflasi.

"Ketiga, stabilitas, keamanan dan perdamaian kawasan mutlak diperlukan. Kompetisi harus dikelola dengan baik sehingga tidak berubah menjadi konflik, dan hukum internasional harus selalu dihormati," tegas Jokowi.

Dia meyakini, APT mampu melakukan semua hal tersebut, maka kawasan akan terus menjadi 'epicentrum of growth'. Hadir dalam KTT ke-25 Asean Plus Three yaitu para pemimpin ASEAN, Perdana Menteri (Premier) RRT Li Keqiang, Presiden Republik Korea Yoon Seok-yeol, dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida.

Sementara itu turut hadir mendampingi Presiden Jokowi yaitu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, Basket, DKI Jakarta
wwwwww