Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
15 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
16 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
11 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
11 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
21 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Home  /  Berita  /  Olympic

Warganet Kompak 'Rujak' Orang Asing yang Ejek Batik di KTT G20

Warganet Kompak Rujak Orang Asing yang Ejek Batik di KTT G20
Tangkap layar Twitter.
Rabu, 16 November 2022 22:16 WIB

JAKARTA - Warganet Indonesia kompak 'merujak' pengguna Twitter dengan nama @MahyarTousi yang dianggap menghina batik. Tousi menyoroti pemakaian batik oleh para kepala negara di gelaran KTT G20, Bali.

"Apa sih yang dikenakan para idiot ini," tulis Mahyar sembari menyematkan foto para kepala negara seperti Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak, dan Menteri Pertanian, Zulkifli Hasan.

Namun Mahyar harus menghapus unggahannya itu setelah digeruduk warganet asal Indonesia. Hal tersebut diunggah editor Election Watch, Max Walden dalam akun twitternya. "Orang sayap kanan Inggris menghapus cuitanya setelah dirujak karena mengejek endek/batik. Warganet Indonesia tetap tak terkalahkan," cuitnya.

Unggahan Walden ditanggapi warganet lainnya. Akun Lynda Ibrahim menyebut Tousi memilih lawan yang salah yakni warganet Indonesia. Pasalnya, Indonesia adalah salah satu negara yang warganya aktif di media sosial.

"Tuan @MahyarTousi membuat kesalahan yang lazim dibuat orang asing sebelumnya, mengabaikan statistik dasar soal Indonesia. Populasi 280 juta, penetrasi internet 77 persen, 18,5 juta pengguna Twitter, 100 juta pengguna Instagram. Dia mengajak berkelahi di dua platform ini dengan orang-orang itu," tulisnya.

Selai Mahyar Tousi, ada pula akun aktris asal Inggris, Sophie Corcoran. Dalam cuitanya, Sophie menanyakan mengapa para kepala negara mengenakan pakaian yang sama. "Kenapa mereka berpakaian mirip dan seperti itu," tulisnya sembari menyertakan foto yang sama dengan yang diunggah Tousi.

Meski menegaskan ia hanya bertanya, Sophie harus menerima nasib dirujak warganet Indonesia. Salah satu akun bahkan mengejek namanya. "Itu karena mereka punya kreatifitas dan tidak menggunakan pakaian membosankan seperti kemeja putih, jas dan dasi hitam yang sangat membuat frustasi seperti nama Anda. Corcoran dalam Bahasa Indonesia = menuang semen," tulis akun @tanyadoank13.

Akun lain yakni @majeliskucing juga mengejek nama Sophie. "Nama Anda corcoran di Indonesia biasa digunakan untuk mengubur tumbal proyek," tulisnya. KTT G20 berlangsung di Bali pada 15-16 November dan dihadiri sejumlah kepala negara anggota G20. Beberapa yang hadir antara lain Presiden AS, Joe Biden; Presiden China, Xi Jin Ping; Perdana Menteri India, Narendra Modi; dan Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, Basket, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww