Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
23 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
20 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
19 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
16 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Peringatan Keras dari PBNU: Tak Ada Capres-Cawapres atas Nama NU

Peringatan Keras dari PBNU: Tak Ada Capres-Cawapres atas Nama NU
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. (Foto: Istimewa)
Kamis, 17 November 2022 11:46 WIB

SURABAYA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya memberi peringatan keras agar dalam Pemilu 2024 nanti tidak ada capres/cawapres atas nama NU.

Peringatan itu dilontarkan Gus Yahya karena menjelang Pilpres banyak tokoh yang akan maju sebagai capres/cawapres silahturahmi dengan pengasuh pondok pesantren.

Gus Yahya menilai hak politik masing-masing tokoh jika melakukan silahturahmi dengan kalangan pesantren. Gus Yahya menegaskan bahwa NU tidak mengusung dan mendukung salah satu tokoh untuk menjadi capres/cawapres.

"Saya tegaskan tidak ada capres atas nama NU, tidak ada capres/cawapres atas nama NU itu tidak ada," katanya, usai agenda Rakor Persiapan Resepsi Satu Abad Nahdlatul Ulama, di Asrama Haji Surabaya, Selasa 15 November 2022.

Gus Yahya menyebut selama ini PBMU tak melarang tokoh yang sowan ke kalangan pondok pesantren. Mengingat hal tersebut hak pribadi setiap orang yang ingin silahturahmi ke pesantren. Gus Yahya menjamin NU akan tetap mengambil posisi netral. “Pokoknya tidak ada atas nama NU,” kata Gus Yahya mengulang penegasan sebelumnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Metropolitan, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww