Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
8 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
10 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
4
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
11 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
5
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Hukum
13 jam yang lalu
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
6
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Metropolitan
9 jam yang lalu
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Home  /  Berita  /  Olympic

UMP Jateng Paling Rendah di Indonesia, PDIP Tak Leluasa Usung Ganjar pada 2024

UMP Jateng Paling Rendah di Indonesia, PDIP Tak Leluasa Usung Ganjar pada 2024
Ganjar Pranowo saat mengikuti kegiatan PDIP. (Foto: Istimewa)
Selasa, 06 Desember 2022 16:11 WIB

SEMARANG - Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2022 di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) yang merupakan paling rendah di Indonesia menunjukkan Ganjar Pranowo tidak bekerja sebagai Gubernur.

Atas dasar itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menilai wajar apabila PDIP masih mempertimbangkan untuk mengusung Ganjar sebagai capres pada Pemilu 2024.

Alih-alih mengupayakan kenaikan upah untuk peningkatan kesejahteraan pekerja, Ganjar malah gemar pencitraan di media sosial (medsos). "Kinerja yang buruk itu bisa menjadi bukti mengapa PDIP juga tidak leluasa mendukung Ganjar menuju Pilpres," kata Dedi Kurnia, Selasa (6/12/2022).

Menurut pengamat politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, PDIP diyakini akan selalu mempertimbangkan kualitas kader. Apalagi untuk diusung sebagai capres pada Pemilu 2024 nanti. "PDIP masih menjaga marwah dengan melihat kinerja kader," tuturnya.

Dedi menilai, Ganjar terlalu dimanjakan dengan elektabilitas dan popularitas, sehingga abai dengan kinerjanya di Jateng yang masih buruk. Pasalnya, Jateng yang juga menjadi provinsi dengan tingkat kemiskinan yang tinggi ini terasa tidak rasional. Mengingat Ganjar ada di pusat kekuasaan, Pulau Jawa.

“Kini, kembali terbukti dengan produktivitas pekerjanya yang rupanya justru berupah terendah? Situasi ini jelas menunjukkan Ganjar sama sekali tidak bekerja, ia membiarkan Jateng terbangun dengan sendirinya,” paparnya.

“Itulah sebab mengapa ada warganya yang membangun jalan sendiri, karena Ganjar tidak dapat diandalkan kecuali hanya soal popularitas dirinya di medsos, tidak lebih,” demikian Dedi Kurnia.

Pada tahun ini, provinsi dengan UMP tertinggi ditempati DKI Jakarta dengan Rp4.641.854 per bulan. Sementara UMP terendah adalah Provins Jawa Tengah, yakni Rp1.812.935 per bulan.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, Jawa Tengah
wwwwww