Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
15 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
16 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
12 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
10 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
8 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
10 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Olympic

Cuaca Buruk, Kapal Crane Batu Bara Karam di Laut Banyuasin Sumsel

Cuaca Buruk, Kapal Crane Batu Bara Karam di Laut Banyuasin Sumsel
Kapal ARK Shiloh Jakarta yang biasa digunakan sebagai pemindah batu bara, karam di perairan laut Sungsang, Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (28/12/2022) pagi.. (Sumber: Sripoku)
Rabu, 28 Desember 2022 16:54 WIB

JAKARTA - Sebuah kapal crane yang dipakai untuk memindahkan batu bara tenggelam di perairan laut Sungsang, Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (28/12/2022) pagi.

Peristiwa ini dikonfirmasi oleh Kepala Subdit Gakkum Direktorat Air dan Udara Kepolisian Daerah Sumatera Selatan AKBP Erwin Irawan. "Ya benar, kejadiannya tadi pagi sekitar pukul 06.00 WIB di perairan Sungsang, atau ambang luar (berbatasan Selat Bangka, Kepulauan Bangka Belitung)," kata Erwin, dikutip Antara.

Sementara itu, Kepala KSOP Kelas II Palembang Mayor Marinir Sandi Varikta menjelaskan, kapal tenggelam akibat cuaca buruk di perairan setempat. Dia menjelaskan bahwa kapal ARK Shiloh Jakarta itu diterjang ombak sehingga mengalami kebocoran. "Akibatnya terjadi kebocoran pada bagian kanan, terjadi kemiringan mulai pukul 03.00 WIB pagi," kata Sandi, menukil laporan Sripoku.

Mengetahui kapal dalam kondisi bocor, Sandi menyebut pihaknya sempat berupaya mengeluarkan air dengan mesin pompa. Akan tetapi, kapal kian miring ke kanan, sehingga awak kapal langsung dievakuasi. "Kami kemudian mengambil tindakan untuk mengevakuasi 36 ABK menuju ke Pelabuhan Tanjung Api-Api," terang Sandi.

Menyusul kejadian ini, kapal patroli 327 kemudian meluncur ke lokasi untuk mengecek dampak pencemaran. Sandi mengatakan, "Informasi yang kami terima, untuk sisa BBM di kapal pilot tersebut masih 46 ton solar."

"Kita berkoordinasi dengan navigasi agar dilaksanakan penandaan di lokasi kejadian, karena area tersebut selama ini digunakan untuk aktivitas kapal bongkar muat," sambung dia.

Sandi menjelaskan bakal ada investigasi untuk mengetahui penyebab karamnya kapal crane yang biasa beroperasi memindahkan batubara dari tongkang menuju kapal pengangkut batubara tersebut.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww