Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
10 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
12 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
8 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
14 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
6
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Metropolitan
12 jam yang lalu
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Netty PKS: Seharusnya Nataru Jadi Indikator Evaluasi Sebelum Cabut PPKM

Netty PKS: Seharusnya Nataru Jadi Indikator Evaluasi Sebelum Cabut PPKM
Politisi PKS, Netty Prasetyani. (Foto: Istimewa)
Minggu, 01 Januari 2023 11:57 WIB

JAKARTA - Langkah Presiden Joko Widodo mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) disayangkan oleh politisi PKS, Netty Prasetyani. Alasannya, karena pencabutan dilakukan sebelum liburan Natal dan Tahun Baru 2023 berakhir.

"Seharusnya, pemerintah menjadikan momen Nataru sebagai salah satu indikator evaluasi secara menyeluruh,” kata anggota Komisi IX DPR RI, Minggu (1/1/2023).

Netty semakin menyayangkan kebijakan itu lantaran pencabutan PPKM justru membuka pintu lebar bagi warga negara asing, khususnya dari China masuk ke Indonesia.

Padahal, sambungnya, China kini tengah dikabarkan mengalami kembali lonjakan kasus Covid-19. "PPKM dicabut, sementara kasus di negara tetangga, terutama China melonjak tajam,” tutupnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww