Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
23 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
20 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
19 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
16 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Jangan Sampai Monopoli, Semua Negara Boleh Investasi Hilirisasi SDA di Indonesia

Jangan Sampai Monopoli, Semua Negara Boleh Investasi Hilirisasi SDA di Indonesia
Ilustrasi. (Foto: Net)
Selasa, 10 Januari 2023 19:40 WIB

JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, minta Pemerintah memberi kesempatan yang sama kepada semua negara yang ingin investasi di bidang hilirisasi sumber daya alam di Indonesia.

Pemerintah harus menempatkan kerjasama pengelolaan SDA oleh investor asing dalam kerangka meningkatkan kesejahteraan rakyat. Bukan untuk keuntungan segelintir pengusaha atau satu negara tertentu.

Mulyanto setuju dengan pandangan Datuk Sri Anwar Ibrahim terkait hilirisasi SDA di Indonesia. Menurutnya, pandangan Anwar merupakan nasehat yang arif dan berwasasan ke depan.

"Hilirisasi SDA memiliki tujuan mulia, agar ada peningkatan nilai tambah ekonomi atas pemanfaatan SDA. Peningkatan penguasaan teknologi dan industri kita. Serta penumbuhan efek berganda ekonomi pada sektor-sektor lain," ujarnya, Selasa (10/1/2023).

Namun pelaksanaannya kata Mulyanto, jangan hanya didominasi oleh satu negara asing, seperti China dengan insentif fiskal dan non fiskal yang serba super, yang akhirnya menggerus penerimaan negara.

"Nilai ekspor meningkat tajam, namun hanya menguntungkan investor, dana yang masuk ke negara nihil. Serta maraknya tenaga asing, termasuk yang tidak terampil. Lalu ujung-ujungnya, SDA kita ludes, kesenjangan semakin lebar dan lingkungan hidup rusak-parah," ujar Mulyanto.

Karena itu Mulyanto mendorong Pemerintah agar pelaksanaan program hilirisasi SDA berdasarkan visi besar untuk menciptakan keadilan sosial masyarakat. Bukan sekedar menjadi karpet merah bagi para taipan SDA.

Mulyanto menambahkan bisa jadi syarat-syarat yang diajukan investor tidak semuanya baik. Namun pemimpin tidak boleh tunduk pada investor, tetapi harus dapat memastikan bahwa investasi yang ada berjalan dalam bingkai keadilan sosial serta mengurangi kesenjangan sosial.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Ekonomi, Voli, Metropolitan, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww