Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
11 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
13 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
8 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
5
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
14 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
6
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Metropolitan
13 jam yang lalu
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Home  /  Berita  /  Olympic

Kritik Erick Thohir dan Zainuddin Amali, Wasekjen Bara JP: Bisa Timbulkan Conflict of Interest

Kritik Erick Thohir dan Zainuddin Amali, Wasekjen Bara JP: Bisa Timbulkan Conflict of Interest
Wakil Sekretaris Jenderal Barisan Relawan Jokowi Presiden (Wasekjen Bara JP), Relly Reagen. (Foto: Istimewa)
Selasa, 17 Januari 2023 19:23 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Barisan Relawan Jokowi Presiden (Wasekjen Bara JP), Relly Reagen mengkritik langkah Menteri BUMN Erick Thohir yang maju dalam bursa pemilihan Ketua Umum PSSI periode 2023-2027.

Pun halnya dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainuddin Amali yang ikut mendaftarkan diri sebagai calon Wakil Ketua Umum PSSI. Menurut Relly, baik Erick Thohir maupun Zainuddin Amali bukan tak mungkin akan menimbulkan conflict of interest.

"Kemunculan nama Erick Thohir dan Zainuddin Amali ini patut kita soroti. Sebab, conflict of interest tak akan terhindarkan," kata Relly dihubungi wartawan, Selasa (17/1/2023).

Relly tak habis pikir dengan langkah Erick Thohir dan Zainuddin Amali. Sebab, sebagai pembantu Presiden, keduanya semestinya fokus pada target dan capaian pemerintah yang semakin berat di akhir masa jabatan.

Erick Thohir misalnya. Sebagai menteri dengan posisi strategis mengurusi BUMN, selaiknya ia memperkuat agar BUMN dapat menjadi pendorong dan penggerak roda ekonomi.

"Bukan sebaliknya, malah terlihat seperti haus jabatan. Erick Thohir maupun Zainuddin Amali seharusnya fokus kepada target-target yang diamanahkan Presiden Jokowi kepada mereka, bukan malah memanfaatkan jabatan untuk melirik jabatan lain," tutur Relly.

Pun halnya dengan Zainuddin Amali. Sebagai menteri yang membidangi pemuda dan olahraga, Menpora tentu merupakan induk dari semua cabang olahraga (cabor), termasuk sepakbola.

"Kok sekarang malah mendaftar Wakil Ketua Umum PSSI. Kita tak habis pikir, bagaimana mungkin Pak Menteri yang merupakan kepala seluruh cabor malah mendegradasi diri. Ada kepentingan apa ini?" tanya Relly.

Tak hanya itu, Relly juga melihat majunya Menpora sebagai Wakil Ketua PSSI dari sisi moralitas. "Saya kira tidak elok dan tidak etis lah. Pak Menteri itu seharusnya mengayomi seluruh induk olahraga kita," tutur Relly.

Sebagaimana diketahui, Ada lima nama bakal calon Ketum PSSI yakni LaNyalla Mattalitti, Erick Thohir, Doni Setiabudi, Fary Djemy Francis, dan Arief Putra. Sementara untuk bakal calon Waketum PSSI ada nama-nama lama seperti Yunus Nusi, Ahmad Riyadh, Hasani Abdulgani, dan Iwan Budianto.

Selain itu ada nama Ratu Tisha, Azrul Ananda, hingga Sadikin Aksa. Menariknya ada nama Menpora Zainudin Amali di daftar bakal calon Wakil Ketua Umum PSSI.***

wwwwww