Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
17 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
14 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
12 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
11 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
12 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
19 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Home  /  Berita  /  Olympic

Mentan Yasin Limpo luncurkan Pusat Nursery Kelapa Genjah di Kabupaten Batang

Mentan Yasin Limpo luncurkan Pusat Nursery Kelapa Genjah di Kabupaten Batang
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meluncurkan Pusat Nursery Perkebunan Kelapa Genjah di Desa Wonorejo, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (20/1/2023).(Foto: Istimewa)
Jum'at, 20 Januari 2023 22:42 WIB

BATANG - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meluncurkan Pusat Nursery Perkebunan Kelapa Genjah di Desa Wonorejo, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat, sebagai upaya mendukung pengembangan benih unggul dan percepatan swasembada benih nasional. "Di lokasi ini mampu menampung hingga 20 juta bibit kelapa," kata Syahrul Yasin Limpo.

Menurut dia, pengelolaan Pusat Nursery Perkebunan akan dilakukan dengan kolaborasi intensif dengan seluruh stakeholder baik pemerintah daerah, produsen mitra, maupun perbankan agar keberadaan nursery tidak bergantung pada pembiayaan dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Selain di Batang, kata Mentan, Pusat Nursery Perkebunan juga dibangun di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, untuk komoditas kopi, kemudian Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, untuk komoditas jambu mete. "Semua pusat nursery ini telah dibangun dan dilengkapi dengan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai seperti mesin dan teknologi lain," katanya.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Andi Nur Alam Syah mengatakan bahwa pembangunan pusat nursery di Kabupaten Batang dilakukan melalui pendekatan kawasan pengembangan perkebunan dan kesesuaian agroklimat untuk tanaman kelapa.

Keberadaan pusat nursery yang strategis ini, kata dia, akan mempermudah akses penyaluran benih unggul bagi petani sehingga bisa menekan biaya distribusi dan mengurangi kerusakan benih akibat panjangnya rantai pasokan. "Permintaan benih kelapa terus mengalami peningkatan sehingga target produksi benih kelapa harus terus ditingkatkan setiap tahun," katanya.

Andi berharap nursery kelapa genjah dapat memproduksi benih siap salur dengan target lanjutan yaitu membangun tahun kebun induk kelapa genjah di lokasi yang sama. "Setelah penyediaan benih kelapa dikembangkan dengan baik dan memenuhi kebutuhan di Pulau Jawa dan Lampung, saya berharap ke depan Pusat Nursery Batang dapat berkembang dengan penambahan benih komoditas perkebunan lainnya," katanya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Ekonomi, Voli, Jawa Tengah
wwwwww