Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
19 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
12 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
16 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
14 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
14 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
20 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Home  /  Berita  /  Olympic

Tanam Pohon Kelapa di Batang, Mentan: Kita Kembalikan Negara Nyiur Melambai

Tanam Pohon Kelapa di Batang, Mentan: Kita Kembalikan Negara Nyiur Melambai
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di Kabupaten Batang, Jumat (20/1/2023). (foto: Istimewa).
Jum'at, 20 Januari 2023 22:49 WIB

BATANG - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyebut akan mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai negara 'nyiur melambai'. Mentan akan memusatkan penanaman pohon kelapa di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

"Hari ini kita di sini akan melakukan mengembalikan Indonesia sebagai negara nyiur melambai. Pohon kelapa ini tumbuh dari akar sampai daun, semua menghasilkan. Buahnya sampai dengan batok-batoknya, bermanfaat," kata Yasin Limpo usai melakukan penanaman pohon kelapa jenis genjah di lokasi pariwisata Pantai Batang, Jumat (20/1/2023).

Yasin menyebut kelapa jenis genjah bagus dengan tinggi pohon tidak menjulang tinggi, hanya sekitar dua meter. Tanaman ini per tahun bisa menghasilkan buah seratusan butir per pohonnya.

"Hasilnya satu pohon ini 182 buah dalam setahun, dikali berapa ribu pohon, paling tidak kan bisa jadi minyak kelapa. Atas perintah Bapak Presiden insyaallah kita buat Indonesia nyiur melambai," ucapnya.

Yasin mendorong Batang bisa menjadi salah satu sentra kelapa segar yang memiliki kualitas terbaik dunia. "Saya ingin mengembalikan Indonesia sebagai negara nyiur melambai dan itu berarti kita semua harus kerja sama. Termasuk peningkatan produksi kelapa segar di Kabupaten Batang," ujarnya.

Menurutnya, pengembangan kelapa genjah klaster pariwisata Jawa Tengah memiliki luas areal 209 ribu hektare. Di Batang luasannya mencapai 1.379 hektare dan yang saat ini menjadi pengembangan kelapa genjah seluas 200 hektare atau setara 21.900 batang.

Sedangkan di area kelapa di pantai Batang, di Sigandu hingga Pantai Ujungnegoro mencapai 10 hektare dengan produksi mencapai 1.100 batang. Untuk minuman segar, mencapai 300 butir per hari atau 110.000 butir per tahun dengan jumlah petani sebanyak 120 dan pendapatan 500 juta per tahun.

Masih di Batang, Mentan Yasin juga launching Pusat Nursery Perkebunan Untuk Swasembada Benih Nasional yang berada di Desa Wonorejo, Kecamatan Tulis. Lokasi di Batang ini satu dari tiga lokasi yang dibangun pusat perbenihan komoditas kelapa. Dua lokasi lainnya yakni di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, untuk komoditas kopi dan Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, untuk komoditas jambu mete.

"Dalam pengelolaan pusat nursery perkebunan ini, dilakukan kolaborasi yang intensif dengan seluruh stakeholder baik pemerintah daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota), produsen mitra maupun perbankan, sehingga keberadaan nursery ini tidak tergantung dari pembiayaan APBN," ungkapnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Ekonomi, Voli, Jawa Tengah
wwwwww