Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
20 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
16 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
17 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
12 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
12 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
12 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Olympic

Bazar Buku Murah di Batang Sepi Pengunjung, Pegiat Medsos: Minim Informasi dan Publikasi!

Bazar Buku Murah di Batang Sepi Pengunjung, Pegiat Medsos: Minim Informasi dan Publikasi!
Suasana Stand bazar buku murah di Batang. (Foto: GoNews.co)
Senin, 30 Januari 2023 20:29 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

BATANG - Pegiat Media Sosial (Medsos) sekaligus pemerhati buku, Darmansyah menduga, minimnya informasi dan publikasi menjadi penyebab sepinya pengunjung di acara Bazar buku murah yang digelar pihak CV Netral Organizer di Halaman Gedung Wanita Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

"Coba googling dan cek saja di medsos maupun di media, kan tak ada informasi seputar bazar itu. Saya lihat cuma spanduk di lokasi acara dan spanduk ukuran kecil di jalan protokol," ujarnya kepada GoNews.co, Senin (30/1/2023).

Ia juga menduga, pihak EO dan Panitia juga tidak melibatkan Dinas Kominfo. "Jadinya seperti amatir, bikin acara tapi minim promosi, atau jangan-jangan tidak koordinasi dengan pihak Pemkab, saya menduga cuma izin penyelenggaraan saja. Harusnya biar publikasi masif, kerjasama dong dengan Dinas Kominfo atau temen-temen media," tukasnya.

"Sangat disayangkan, acara bazar yang diharapkan mampu menarik warga untuk kembali membudayakan membaca itu, digelar tanpa promosi dan publikasi. Padahal, jika dilihat dari browsur undangan, pihak panitia bazar tersebut juga mengadakan berbagai perlombaan. Mulai dari lomba Hafiz Qur'an, mewarnai dan menggambar, lomba baca puisi dan pildacil," urainya.

Dari pantauan GoNews.co di lokasi bazar pada sekitar pukul 16:00 WIB, memang tampak lengang dan sepi. Hanya ada beberapa orang yang terlihat sedang belanja jajanan di stand makanan dan minum.

Rendahnya animo masyarakat untuk datang dan membeli buku diduga karena kurangnya sosialisasi, promosi dan publikasi baik di media konvensional maupun media sosial. Hal ini diungkapkan salah satu pengunjung bernama Yuli. "Tidak ada informasi ya mas, jadi sepi, saya kesini juga karena kebetulan lewat dari jenguk tetangga yang sedang dirawat di RSUD," ujar Yuli, Warga Subah saat dijumpai GoNews.co di lokasi.

Seorang penjaga stand mengatakan, sejak dibuka pada Jumat (27/1/2023) lalu, penjualan juga masih sepi. "Masih sepi mas, mungkin karena baru buka 4 hari ya, dan bazar ini kan sampai tanggal 5 Februari," ujar penjaga stand yang biasa dipanggil Anto.

Anto berharap, 6 hari sisa pameran bisa lebih ramai. "Ya harapan kita pasti pinginya ramai mas. Pameran ini dibuka mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB, jadi pengunjung sedikit agak banyak itu kalau siang sekitar jam 1," urainya.

"Ya pengunjung paling banyak biasanya anak-anak sekolah mas, dan mereka kan cuma berkunjung, jarang yang beli," tukasnya.

Sementara itu, saat GoNews.co mencoba konfirmasi ke pihak sekretariat panita penyelenggara, tak diketahui pasti jumlah pengunjung yang hadir. Bahkan ketika ditanya apakah ada buku tamu atau daftar pengunjung, petugas sekretariat terlihat gagap dan kebingungan. "Kalau pengunjung ramai mas, cuma jumlah pastinya saya tidak tahu," ujar sang petugas bernama Razkiana.

Begitu juga ketika ditanya, rata-rata penjualan perhari, petugas tersebut juga lagi-lagi mengaku tidak tahu. "Itu yang tahu tiap-tiap stand, kami tidak punya datanya," ujarnya.***

wwwwww