Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
15 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
16 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
12 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
11 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
21 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Home  /  Berita  /  Olympic

Sepanjang Januari 2023, Dua Warga Sumbar Tewas dan 1 Luka-luka Diterkam Buaya

Sepanjang Januari 2023, Dua Warga Sumbar Tewas dan 1 Luka-luka Diterkam Buaya
Buaya tangkapan warga saat divekuasi BKSDA Sumbar. (Foto: Istimewa)
Senin, 30 Januari 2023 12:42 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

PADANG - Mengawali tahun baru 2023, atau sepanjang bulan Januri, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat mencatat 9 laporan konflik masyarakat dengan buaya.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BKSDA Sumatera Barat, Ardi Andono dalam keterangan resminya, Senin (30/1/2023). "Selama tahun 2023 ini ada 9 laporan yang kami terima," kata

Ardi Andono mengatakan, dari 9 konflik dilaporkan ke BKSDA Sumbar pada Januri 2023, setidaknya telah memakan korban sebanyak 3 orang. "Dari 3 korban selama tahun 2023 ini, 2 diantaranya meninggal dunia dan 1 lainnya mengalami luka-luka," katanya.

Menurutnya, 2 korban yang tewas tersebut merupakan kejadian di daerah Kinali, Kabupaten Pasaman Barat beberapa waktu lalu. Untuk itu, Ia mengimbau masyarakat untuk menghindari melakukan aktifitas di wilayah yang potensial sebagai sarang buaya. "Masyarakat juga diimbau agar meningkatkan kewaspadaan jika menggunakan perahu di sungai atau muara sungai terutama jika perahu berisi ikan, kerang atau udang,” katanya.

Ia mengatakan, jika bertemu langsung dengan buaya agar menghindari sisi depan dan bergerak ke arah samping atau belakang, dan jika bertemu telur ataupun anak buaya maka segera menjauh dari lokasi itu. "Karena di sekitar situ pasti ada induknya yang siap menyerang, bulan Januari hingga Maret biasanya masa bertelur dan mengerami, buaya akan lebih sensitif dari gangguan itu hindari areal yang diduga sarang buaya," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Buaya berbobot kurang lebih 100 kilogram berhasil ditangkap warga kawasan Palak Tonsin, Korong Pasa Ulakan, Nagari Ulakan Induak, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (28/1/2023) malam.

Buaya dengan panjang sekitar dua meter tersebut awalnya diketahui warga sekitar pukul 12.00 WIB, tengah berjemur di pinggir sungai. Melihat aktifitas buaya itu, warga coba memasang perangkap dengan menggunakan umpan ayam.

Tokoh pemuda setempat Helmi Tanjung mengatakan, usai mengetahui keberadaan buaya pihaknya berusaha membuat perangkap buaya agar buaya itu dilepaskan ke kawasan yang jauh dari pemukiman warga. "Alhamdulillah satu ekor buaya berhasil masuk perangkap. Ia kami umpan menggunakan ayam. Saat ini buaya tersebut telah kami amankan," ungkap Helmi.

Dikatakannya, sebelum ditangkap beberapa kali warga telah melihat buaya besar di kawasan itu. Warga semakin resah karena tidak sekali dua kali buaya menampakan diri. Mereka dekat dengan aktifitas warga.

Oleh sebab itu, pihaknya sepakat untuk membuat perangkap, agar bisa memindahkan hewan liar itu ke habitatnya yang jauh dari aktifitas warga. Menurut Helmi, upaya menangkap buaya tersebut cukup efektif untuk menghindari korban. Namun tentu harus hati-hati agar buaya tidak mati atau terluka. "Kita hanya berusaha menjauhkannya dari tempat warga agar tidak ada korban. Lagian buaya adalah hewan yang dilindungi, tidak boleh membunuh sembarangan," katannya.

Sementara itu, Kepala Balai KSDA Sumbar, Ardi Andono membenarkan adanya penangkapan buaya tersebut. "Iya benar saat ini sudah dievakusi Tim dari BKSDA," ujarnya kepada GoNews.co, Minggu (29/1/2023).

Saat ditanya apakah pengakapan buaya tersebut sudah sesuai prosedur dan diperbolehkan, Ardi mengungkap tidak masalah. "Kita cek dulu kesehatannya, kita harus tahu juga dampaknya apa bagi sang buaya itu. Yang penting tidak ditangkap menggunakan pancing yang bisa melukai sang buaya," urainya.

"Kita observasi dulu dampaknya, semoga buaya itu tetep sehat karena buaya tersebut sedang sensitif gangguan karena masa kawin dan bertelur," pungkasnya.***

wwwwww