Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
16 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
13 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
10 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
11 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
18 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
11 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Saat Cuaca Buruk di Pantura, Harga Beras pun Naik

Saat Cuaca Buruk di Pantura, Harga Beras pun Naik
Penjual beras di pasar Batang. (Foto: Istimewa)
Kamis, 02 Februari 2023 23:16 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

BATANG - Harga beras di pasaran kini mengalami kenaikan. Hal itu disebabkan oleh cuaca Buruk yang akhir- akhir ini terjadi di Pantura.

Kenaikan yang terjadi sejak Januari 2023 itu banyak dikeluhkan oleh para pedagang, karena berdampak terhadap turunnya daya beli konsumen.

Salah satu pedagang, Khotim mengatakan, kenaikan harga berkisar Rp1.000,00 baik untuk beras dengan kualitas biasa, maupun medium dan super.

"Beras kualitas super sekarang jadi Rp12.500,00 per kilogram, medium Rp11.500,00 per kilogram dan biasa Rp10.500,00 per kilogram," ungkapnya saat ditemui di Pasar Batang, Selasa (31/1/2023).

Ia mengakui, kenaikan harga beras mempengaruhi pembelian konsumen yang berkurang. "Ya ini karena cuacanya hujan terus jadi kiriman berasnya berkurang,” ungkapnya.

Sementara itu, disampaikan Darmanto, penjual nasi goreng, bahwa kuantitas beras yang dibeli sedikit berkurang karena harga beras yang makin naik. "Biasanya saya beli di sini 6 sampai 7 kilogram, sekarang cuma 5 kilogram. Kemarin-kemarin Rp10.000,00, sekarang jadi Rp12.500,00,” ujar dia.

Meski harga beras naik, namun ia menjual nasi goreng dengan harga normal. Ia tak ingin pelanggannya pergi karena harga nasi gorengnya naik.***

wwwwww