Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
19 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
12 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
16 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
14 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
14 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
20 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Gede Widiade Apresiasi Fun Football Legenda Timnas Indonesia

Gede Widiade Apresiasi Fun Football Legenda Timnas Indonesia
Gede Widiade saat berbicara dengan sejumlah legenda Timnas Indonesia. (Gonews. co Group)
Selasa, 07 Februari 2023 02:35 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Owner Pancoran Soccer Field (PSF), Gede Widiade mengapresiasi  silaturahmi sejumlah legenda Timnas Indonesia saat menjalani laga persahabatan Fun Football di Pancoran Soccer Field (PSF), Jakarta, Senin 6 Februari 2023. Bahkan, Gede menyebut kegiatan ini perlu dilestarikan dan diwadahi.

“Karena prestasi dan keringat mereka mungkin tidak bisa dihargai dengan uang. Minimal dengan berkumpul dan bersilaturahmi seperti ini, saran dan nasihat atas pengalaman mereka di lapangan bisa dibagikan,” ujar Gede Widiade.

Sebagai mantan pemain nasional yang pernah membela Merah Putih di era mulai 70an, seperti Anjas Asmara, pemikirannya sangat diperlukan. “Kalau mereka dibuatkan semacam organisasi dan mau memberikan sumbangsih pemikirannya soal sepak bola, tentunya sangat bagus,” kata Gede Widiade.

Anjas Asmara merupakan salah satu legenda top Timnas Indonesia pada masanya. Pada saat Indonesia bertemu Uruguay dalam laga persahabatan tahun 1974 di Stadion Utama Senayan, Jakarta, Anjas turut berkontribusi dengan menyumbangkan satu gol.

Indonesia dan Uruguay bertanding dalam rangka hari ulang tahun PSSI, digelar dua kali. Pertama Indonesia menang 2-1, selanjutnya kalah 2-3.

Pada ajang silaturahmi di Pancoran Soccer Field, Anjas Asmara dimintai untuk memberikan sumbangsih terkait persepak bolaan Tanah Air. Salah satunya, ia menceritakan masa lalu Timnas Indonesia yang dikenal sebagai Macan Asia. Lalu Anjas membandingkan dengan kondisi skuad Garuda saat ini yang mana level Asia Tenggara saja yang ngos-ngosan.

“Dulu pemain demi Merah Putih, mau berjuang mati-matian. Itu tidak ada uang. Kenapa dulu Indonesia disebut Macan Asia. Lalu sekarang, masuk Asia saja susah, tentu perlu dipertanyakan,” kata Anjas Asmara yang kini penampilannya seperti rocker.

Kegiatan silaturahmi tersebut juga diselingi diskusi terkait isu-isu sepakbola Indonesia, mulai organisasi PSSI, pembinaan, naturalisasi, perwasitan, kepelatihan hingga match fixing. Kegiatan tersebut diadakan sekaligus untuk menjalin tali silaturahmi antar mantan pemain sekaligus keluarga sepak bola Indonesia.

Eks timnas yang terlibat, antara lain Nur Alim, Rully Nere, Herry Kiswanto, Ferril Raymond Hattu dan Anjas Asmara. Meski usianya sudah di atas 50 tahun, beberapa di antaranya masih kuat berlari. Bahkan, teknik dan skill bermain bola terlihat belum luntur.

Contohnya adalah Nur Alim. Mantan palang pintu skuad Garuda era 90an tersebut begitu kokoh dan masih sulit ditembus rekan-rekannya.

Beberapa kali ia menggagalkan striker lawan yang hendak mencoba masuk pertahanan yang dikawalnya. Meski demikian, permainan sepak bola tersebut tak terlalu serius. Sebab, ajang ini hanya sebagai sarana silaturahmi yang diinisiasi pihak Pancoran Soccer Field. ***

wwwwww