Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
19 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
20 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
16 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
16 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
14 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Kriminal

Legislator Dorong Peningkatan Koordinasi KPK-PPATK

Legislator Dorong Peningkatan Koordinasi KPK-PPATK
Legislator Golkar DPR RI Supriansa (tengah) dalam rapat bersama KPK di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis, 9 Februari 2023. (foto: gonewsco/dzulfiqar)
Kamis, 09 Februari 2023 14:46 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi III Fraksi Golkar DPR RI Supriansa dalam rapat bersama KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di Gedung DPR RI, Kamis (9/2/2023), mendorong adanya koordinasi kuat komisi anti rasuah dengan PPATK terkait temuan transaksi mencurigakan tahun 2022, tahun lalu.

"Temuan PPATK Tahun 2022 ada kurang lebih 1.215 laporan transaksi yang mencurigakan dengan nilai Rp183,8 triliun," kata Supriansa dalam rapat yang dipantau GoNEWS.co di lokasi.

Modus ribuan transaksi mencurigakan itu beragam. Kata Supriansa, "Ada yang masuk ditampung ke valuta asing, masuk ke pasar modal, masuk ke polisi asuransi.

Dalam kesempatan tersebut Ia juga menyinggung mengenai korupsi di sektor usaha, termasuk pertambangan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Beladiri, Nasional, Kriminal, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww