Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
15 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
15 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
11 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
11 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
21 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Inilah Produsen Snack dari Jepang yang Diajak Jaga Pangan Indonesia

Inilah Produsen Snack dari Jepang yang Diajak Jaga Pangan Indonesia
Diantara produk Glico di Indonesia. (foto: ist./glico)
Selasa, 07 Maret 2023 16:17 WIB
JAKARTA - Indonesia mengajak perusahaan asal Jepang, Glico Co Ezaki untuk berkerjasama dalam agenda besar nasional menjaga ketahanan pangan Indonesia. Dikenal bukan swasta baru di Indonesia, apa produk perusahaan ini tanah air?

Penelusuran GoNEWS.co per Selasa (7/3/2023) menyebut, Ezaki Glico Co., Ltd. adalah kantor pusat dari Glico Group yang berlokasi di Jepang. Sejak 1922, Ezaki Glico Co., Ltd., telah memulai bisnis dalam bidang makanan ringan dan telah memproduksi produk asli. Selain bisnis makanan ringan, Glico juga mempunyai berbagai macam bisnis seperti es krim, produk susu, jus buah dan minuman bersoda, makanan ringan, formula untuk bayi, makanan olahan, bisnis yang berhubungan dengan kesehatan, toko-toko, kantor dan bisnis iklan digital, serta bisnis bahan makanan.

Diantara produk Glico yang banyak dikenal di Indonesia adalah makanan ringan stick coklat. Produk ini dijual di banyak minimarket di tanah air.

Diberitakan sebelumnya, Wapres RI (Wakil Presiden Republik Indonesia) Maruf Amin mendorong agar kemitraan strategis Indonesia-Jepang bisa terus dikuatkan, termasuk dalam hal ketahanan pangan. Guna mencapai hal tersebut, Wapres Maruf Amin bertemu dengan Chairman Ezaki Glico Co Ezaki Katsuhisa di Hotel Imperial Osaka, Jepang, Senin (6/3/2023).

Dalam wawancara telepon bersama GoNEWS.co, Jubir (Juru Bicara) Setwapres Masduki Baidlowi mengungkapkan, diantara upaya Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan adalah program food estate, namun belum ada hal spesifik yang akan menjadi porsi kerjasama dengan Glico.

"Belum sampai spesifik. Ini baru merupakan ajakan dari pemerintah karena memang secara nasional kita untuk ketahanan pangan di Indonesia itu bisa kolaborasi dengan siapa saja. Arah kemungkinan itu lah kemudian pemerintah mengajak Glico," kata Masduki.

Mengutip Antara, dalam pertemuan itu, Wapres membicarakan pembangunan ekosistem halal dunia hingga peningkatan sumber daya manusia (SDM). Wapres mendorong agar perusahaan asal Jepang itu bisa terus mendukung peningkatan SDM Indonesia, salah satunya dengan memberikan kesempatan bagi pekerja Indonesia untuk dapat bekerja langsung di kantor Glico di Jepang, guna mengasah keterampilan.

"Saya juga ingin ada kesempatan bagi warga Indonesia untuk bekerja di kantor Glico di Jepang melalui skema pengiriman staf ke perusahaan induk, pekerja berketerampilan spesifik, dan rekrutmen profesional," kata Wapres di Osaka, Jepang.

Lebih lanjut, Wapres juga mendorong kerjasama aktif antara Glico dengan mitra-mitra di Indonesia, utamanya terkait manajemen keamanan pangan, dan kualitas produk untuk mendukung upaya ketahanan pangan di Indonesia.

Wapres meyakini, hal ini akan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat kedua negara.

"Saya percaya, peningkatan kapasitas SDM ini akan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat di kedua negara, serta penguatan Kemitraan Strategis Indonesia-Jepang," kata Wapres optimistis.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww