Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
10 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
7 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
11 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Home  /  Berita  /  Olympic

Tradisi Jelang Ramadan, Ponpes Modern Selamat Kendal Berikan 1.700 Sajadah ke Santrinya

Tradisi Jelang Ramadan, Ponpes Modern Selamat Kendal Berikan 1.700 Sajadah ke Santrinya
Santri Ponpes Modern Selamat saat antri untuk menerima sajadah. (Foto: KOMPAS.COM)
Selasa, 14 Maret 2023 22:11 WIB

KENDAL - Malik, siswa SMP Pondok Pesantren Modern Selamat (PMS) di Kendal, Jawa Tengah, yang duduk di bangku kelas 9 ini, langsung tertunduk sambil meneteskan air mata, ketika menerima sajadah dari Sri Idayanti, pembina yayasan Selamat Rahayu, pemilik Ponpes tersebut, Selasa (14/03/2023).

Malik, santri asal Jawa Timur, usai menerima sajadah mengaku ingat orangtuanya di rumah. "Orangtua saya selalu berpesan agar saya jangan sampai meninggalkan shalat," katanya.

Malik merasa pesan orang tuanya itu kadang dilupakan. Sebab, ia masih sering sholat tidak tepat waktu. “Insya Allah saya akan memperbaiki waktu shalat saya," tambah Malik.

Santri lain, Erlangga, mengaku senang mendapat sajadah. Siswa kelas 7 asal Magelang ini baru kali ini mendapat sajadah dari pondok. "Akan saya gunakan untuk sholat,” ujar Erlangga.

Erlangga mengaku, hatinya sempat bergetar ketika menerima sajadah, dan dibisiki jangan lupa shalat 5 waktu oleh pembina yayasan pondok. “Rasanya bagaimana gitu. Saya merinding," tambahnya.

Pembina Pondok Pesantren Modern Selamat, Sri Idayanti menjelaskan, jumlah santri yang ia beri sajadah sebanyak 1.700, baik yang duduk di bangku SMP maupun SMA. Tujuan pemberian sajadah kepada para santri tersebut supaya mereka tidak lupa shalat dan berdoa. Apalagi pada bulan puasa. "Pemberian sajadah ini, sebenarnya tradisi kami menjelang puasa. Supaya siswa selalu ingat shalat, terutama kelas 9 dan 12 yang mau ujian," kata Ida.

Ia juga menambahkan, selain sajadah, pihaknya juga memberi penghargaan kepada siswa-siswi yang mempunyai prestasi akademik maupun non-akademik. Baik itu tingkat Kabupaten, Provinsi, maupun nasional. Hal ini untuk memantik siswa supaya terus belajar dan berprestasi.

"Siswa-siswi yang menerima penghargaan karena berprestasi pada tahun pelajaran 2022/2023, jumlahnya ada 1.121 siswa. Tapi yang menerima penghargaan sebanyak 489 siswa. Sisanya belum diberi penghargaan karena kategorinya masih lokal," jelas Ida.

Ida mengaku, selain SMP dan SMA, Ponpes Modern Selamat, juga mempunyai universitas. Namanya Universitas Selamat Sri (Unissri). Kampusnya satu komplek dengan kampus SMP dan SMA di Batang. "Kami juga memberi penghargaan kepada 46 mahasiswa Universitas Selamat Sri, yang berprestasi. Baik di bidang akademik maupun non-akademik," terang Ida.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Ekonomi, Jawa Tengah
wwwwww